Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Terjang Banjir, Mobil Manual Jangan Ditahan Setengah Kopling

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah ruas jalan di Jakarta terpantau masih digenangi banjir. Banyak pengendara yang terpaksa harus melewati genangan untuk mencapai tujuan.

Salah satu cara aman menerjang banjir adalah dengan menjaga putaran mesin tetap konstan dan rendah.

Namun sering terjadi pengendara menahan setengah kopling saat menerjang banjir, terutama bagi mobil bertransmisi manual.

“Itu cara yang salah, biasanya pengemudi injak setengah kopling karena takut mesin mati di tengah genangan air,” ujar Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), kepada Kompas.com belum lama ini.

Sebab menahan kampas kopling akan berisiko slip atau bau hangus lantaran kampas kopling mengalami gesekan berlebih.

Menurut Sony, kejadian ini malah membuat fungsi kopling melemah dan menyebabkan laju mobil melambat atau tertahan di tengah-tengah banjir.

“Menahan setengah kopling juga cenderung membuat putaran mesin jadi lebih tinggi, hal ini membuat udara yang disedot air intake jadi lebih banyak,” katanya.

Secara tak langsung, potensi air yang masuk ruang mesin makin besar. Dan bahaya besar yang mengintai yaitu terjadi water hammer.

“Makanya atur di gigi rendah dan jaga putaran mesin, agar tak perlu sering injak kopling,” ucap Sony.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/02/23/180100115/terjang-banjir-mobil-manual-jangan-ditahan-setengah-kopling

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke