"Saya mau mulai mengatakan betapa menyesalnya, saya pribadi dan General Motors, atas apa yang telah terjadi. Jelas, nyawa telah hilang dan keluarga terkena dampak, dan ini hal serius. Kami mau memperpanjang belasungkawa terdalam bagi yang kehilangan," jelas Barra dilansir Bloomberg (18/3/2014).
Langkah recall ini, lanjut Barra, sudah terlalu terlambat dilakukan karena mengakibatkan 12 orang meninggal dunia karena mobil yang mati secara tiba-tiba. Sudah menunjuk Kepala Keselamatan baru untuk memastikan resolusi dalam jangka pendek. "Tujuan kami, memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi," tegasnya.
Barra, mengaku baru belajar mengenai analisis permasalahan mobil berhenti, Desember tahun lalu beberapa pekan sebelum ia menjabat sebagai CEO. Keputusan recall baru dilakukan mulai 31 Januari. Direksi GM baru mengetahui permasalahan ini setelah recall dicatat resmi oleh pihak berwenang. Ke depan, Barra memastikan kalau informasi ini akan lebih cepat diketahui direksi.
Saat ini, Barra bersama direksi lain tengah melakukan investigasi internal, mengupas mengapa GM terlalu lama melakukan aksi perbaikan massal. Penggantian komponen baru diumumkan bulan lalu, bertahun-tahun setelah konsumen mulai mengeluh kalau mobilnya bisa mati jika melalui jalan rusak atau kunci mobil punya gantungan kunci yang berat.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.