Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Kru Bus DAMRI yang Ditusuk di SPBU Lampung

Kompas.com - 12/02/2025, 15:28 WIB
Janlika Putri Indah Sari,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

78

JAKARTA, KOMPAS.com - DAMRI buka suara kejadian penikaman yang dialami oleh kondektur bus mereka oleh pengemudi mobil Toyota Fortuner (sebelumnya ditulis Mitsubishi Pajero). Kejadian tersebut terjadi di SPBU Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Minggu (9/2/2025 )

Head of Corporate Communication DAMRI, Atikah Abdullah, mengatakan, peristiwa ini telah ditangani oleh pihak berwenang untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum.

"DAMRI menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. DAMRI pun telah memastikan bahwa kondektur DAMRI yang menjadi korban telah mendapatkan penanganan medis dengan baik," dikutip dari keterangan resmi, Rabu (12/2/2025). 

Baca juga: Catat, Ini Jalur Alternatif Selama Kunjungan Erdogan ke Bogor

Atikah juga menegaskan,  manajemen DAMRI memprioritaskan keamanan dan keselamatan seluruh Insan DAMRI terutama frontliner termasuk pramudi saat sedang menjalani tugas.

"Terima kasih atas segala kepercayaan dan dukungan yang disampaikan masyarakat. Kami juga berkomitmen menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pelanggan selama menggunakan layanan DAMRI," kata Atikah.

Baca juga: Ada Operasi Keselamatan 2025, Begini Cara Bayar Tilang ETLE

Berdasarkan keterangan, seorang sopir mobil Fortuner melakukan penyerobotan antrean di depan bus DAMRI yang akhirnya bus mengalah dan memberikan jalan.

Namun, sopir mobil Fortuner tersebut merasa tidak terima karena kru DAMRI menegur sopir tersebut untuk sabar dan seharusnya mengikuti urutan antrean.

Demikian, Ia turun dari mobil dan langsung menghampiri dengan emosi tinggi. Keduanya terlibat perdebatan dan dalam keadaan marah, sopir Fortuner mengeluarkan senjata tajam lalu menusuk bagian dada kiri dan tangan kru DAMRI.

"DAMRI pun telah memastikan dan mendukung kru DAMRI yang menjadi korban untuk mendapatkan penanganan medis dengan baik sampai proses pemulihan," jelas Atikah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

78
Komentar
semoga hukum ditegakkan dan tidak berakhir damai. kasus macam ini tidak perlu restorative justice. kecuali pengemudi pajero punya koneksi kuat....


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau