JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan baru terkait opsen pajak diprediksi bakal berpengaruh pada penjualan otomotif, begitu juga kendaraan niaga.
Yusak Kristian Solaeman, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, mengatakan bahwa pemberlakuan opsen pajak di setiap daerah menjadi salah satu tantangan bagi penjualan Isuzu pada 2025.
"Tentu hal-hal seperti ini akan mempengaruhi. Kalau misalnya opsen diterapkan sesuai dengan desain yang kita ketahui, yakni menambah harga, di mana pelanggan saat membeli akan lebih mahal. Dan itu akan mempengaruhi penjualan kita di 2025," katanya di acara Isuzu Media Gathering 2025, Rabu (22/1/2025).
Baca juga: Strategi Isuzu Hadapi Tantangan Industri Otomotif 2025
Yusak juga mengatakan bahwa untuk tiga bulan pertama mungkin cukup melegakan karena opsennya dikompensasi dengan berbagai insentif di tiap daerah.
Namun, di bulan selanjutnya, tidak ada yang tahu kebijakan opsen tersebut akan seperti apa.
Sebab, bila sesuai dengan hitungan opsen daerah, harga jual kendaraan akan mengalami kenaikan.
Baca juga: Hindari Rem Blong, Pengemudi Truk Harus Kuasai Teknik Pengereman
Hal itu tentunya akan memengaruhi daya beli masyarakat.
"Tantangan di luar sana memang banyak untuk tahun 2025 ini, makanya yang kita lakukan adalah memastikan produk kita sesuai dengan kebutuhan pasar. Kemudian, pengembangan produk, penambahan jaringan diler, dan meningkatkan layanan purna jual. Sehingga di 2025, Isuzu bisa mencapai target penjualan," kata Yusak.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.