Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral Video Mobil Terjebak di Gang Kecil, Jadi Korban Google Maps

Kompas.com - 11/12/2023, 14:01 WIB
Aprida Mega Nanda,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya teknologi peta digital seperti Google Maps, bisa memudahkan pengendara untuk mencari alamat atau lokasi yang ingin dituju. Terlebih lagi jika daerah itu belum pernah dilewati.

Namun disisi lain, aplikasi peta tersebut juga bisa membuat penggunanya tersesat. Tak jarang kita mendengar kabar pengguna jalan yang memanfaatkan aplikasi tersebut justru malah kesasar atau menemukan rute yang tidak sesuai.

Seperti video yang diunggah oleh akun Tiktok bernama @farida_hidayat. Dalam tayangan itu, terlihat mobil city car yang terjebak gang kecil di wilayah Bogor, Jawa Barat. Mobil tersebut bahkan sampai diarahkan oleh sejumlah orang untuk keluar dari gang kecil tersebut.

Baca juga: Ganti Sebelum Liburan, Cek Kisaran Harga Ban Mobil per Desember 2023

Dalam video itu, tak sedikit respon warganet yang bilang kalau mobil tersebut kesasar akibat ulah peta digital alias Google Maps.

“Korban google maps rute motor bukan mobil,” tulis komentar Ravaisalbayu.

“Pernah diposisi itu ngikutin Google Maps … masuk gang kecil lipat spion jarak tembok se CM, sampe keringetan,” tulis komentar Yunikirina.

“Ini biasa nya pake maps tp untuk yg motor.. gak di rumah jd gambar mobil,” tulis akun Mario.

Mobil terjebak masuk gang kecil#mobilterjebak #jalansempit #mobilterjebak #mobilmasukgang #viral#viralvideo ? suara asli - farida hidayat

Meski belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab mobil tersebut terjebak di gang kecil, namun ada baiknya pengemudi mobil selalu bijak ketika menggunakan Google Maps agar tidak terjadi hal-hal yang bisa merugikan.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, aplikasi petunjuk jalan seperti Google Maps atau peta digital lainnya, sebaiknya digunakan pengemudi sebagai referensi saja.

“Aplikasi penunjuk arah sebaiknya digunakan sebagai referensi agar lebih mudah, dekat, aman dan arahnya jelas. Tidak disarankan mengandalkan 100 persen, karena nomor satu pengemudi harus paham dengan detail lokasinya,” ucap Sony.

Menurut Sony, hanya pengemudi pemula saja yang mengandalkan aplikasi seperti itu. Pasalnya, kalau sudah banyak pengalaman biasanya dalam mengambil keputusan akan banyak pertimbangan.

“Berikutnya pengemudi sebaiknya tidak memaksakan diri. Artinya, kalau memang jalan tersebut tidak layak, ya jangan diteruskan. Kontak yang bersangkutan untuk minta supaya pertemuannya di geser ke area yang lebih aman,” kata Sony.

Sementara itu, untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya pengendara motor memastikan bahwa aplikasi tersebut sudah menggunakan mode pengaturan khusus bagi pengguna mobil.

Baca juga: Gigi DallIgna Menolak Marquez Masuk Tim Pabrikan Ducati

Bila menggunakan aplikasi Google Maps, pengendara mobil seperti biasa memilih lokasi yang hendak dituju terlebih dulu. Setelah rute ditampilkan, pengemudi mobil bisa memilih opsi gambar mobil yang ada di atas rute yang telah ditampilkan.

Setelah itu Google Maps secara otomatis akan menampilkan jalur yang bisa dilalui mobil sehingga pengendara mobil tak akan diarahkan untuk masuk ke jalan kecil atau rute khusus motor.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
ah nih mah bego aja sopirnya, pakai salahin google maps , ente pikir lebar sgitu ya akses jalan motorlah,
 
Pilihan Untukmu
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Travel

One Way Arus Balik Lebaran 2025 Hari Ini 3 April, Catat Jadwal dan Lokasinya

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Nunggu Beduk Magrib Lebih Berwarna, DANA Hadirkan NGABUBURICH dengan Hadiah hingga Rp 850 Juta

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Otomotif

Cara Berkendara Mobil Matik yang Bikin Irit BBM

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tekno

150 Ucapan Idul Fitri 2025 dan Gambar Selamat Lebaran 1446 H buat Dikirim ke Medsos

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

50 Ucapan Selamat Idul Fitri 2025 "Taqaballahu Minna Wa Minkum" dan Balasannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Agar Khusyuk Ibadah dan Anti-Boros, Siapkan Jadwal Imsakiyah dan Bijak Rencanakan Keuangan

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

Jurnalis Juwita Diduga Dibunuh Kekasihnya, Oknum TNI AL, Jelang Pernikahan

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tekno

150 Twibbon Idul Fitri 2025 dan Poster Selamat Lebaran 1446 H, Simpel dan Keren

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2025 Jatuh pada Senin 31 Maret

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tekno

100 Link Twibbon Idul Fitri 2025 untuk Sambut Lebaran via Media Sosial

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Shalat Ied Bareng Ivan Gunawan, Ruben Onsu: Semoga Saya Istiqomah

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Global

Beli Perhiasan Emas 15 Kg Tunai, Wanita Ini Tuai Kritik di Medsos

api-1 . POPULAR-INDEX


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau