Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meluncur di Eropa, Kapan Mitsubishi Fuso eCanter Dijual di Indonesia?

Kompas.com - 27/10/2022, 07:22 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Fuso eCanter sudah resmi diperkenalkan di Eropa. Truk listrik light duty tersebut tersedia dalam enam pilihan wheelbase dengan tiga opsi baterai yang punya daya tempuh sampai 200 Km.

Sedangkan di Indonesia, eCanter juga sudah dipamerkan di berbagai pameran. Bahkan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sedang melakukan Proof of Concept (PoC) di Denpasar dan sekarang masih berlangsung di Jakarta.

Kalau melihat eCanter yang diperkenalkan secara global, mungkin saja ada spesifikasi yang cocok untuk pasar Indonesia. Tapi kapan waktunya eCanter akan dijual di tanah air?

Baca juga: Setelah Denpasar, Mitsubishi Fuso eCanter Diuji Coba di Jakarta

Kolaborasi PT KTB dan B-Log dalam Proof of Concept Mitsubishi Fuso eCanterDOK. KTB Kolaborasi PT KTB dan B-Log dalam Proof of Concept Mitsubishi Fuso eCanter

Duljatmono, Sales & Marketing Director of PT KTB menjelaskan, eCanter tidak akan dijual di Indonesia dalam waktu dekat.

"Tidak tahun ini dan tahun depan juga belum tentu. Tahun depan juga proses PoC masih jalan, yang jelas eCanter tidak dijual dalam waktu dekat," ucap Duljatmono kepada Kompas.com, Rabu (26/10/2022).

Selain itu, Duljatmono mengatakan. kalau bukan cuma produk saja yang harus disiapkan, tapi juga pembicaraan dengan pemerintah. Mengingat infrastruktur kendaraan listrik niaga harus dipikirkan.

Baca juga: Baterai Ioniq 5 Bermasalah, Hyundai Sebut Itulah Kecanggihannya


"Kita perlu bicara lagi dengan pemerintah. Satu fasilitas pendukung (infrastruktur), kedua apa ada program pendukung (insentif) dari pemerintah, mungkin dari sisi pricing (harga) karena masih cukup mahal," ucap Duljatmono.

Sebenarnya, menghadirkan kendaraan listrik untuk niaga jika dibandingkan dengan kendaraan penumpang berbeda jauh. Pemerintah tampak belum menyiapkan infrastruktur untuk truk listrik atau kendaraan niaga lain.

"Masalahnya infrastruktur pendukungnya belum kelihatan, kalau passenger kan beberapa tempat sudah ada, kalau ini belum (niaga)," kata Duljatmono.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com