Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tilang Mengandalkan E-TLE Harus Dilakukan dengan Penambahan CCTV

Kompas.com - 24/10/2022, 06:42 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Larangan tilang manual akan diberlakukan oleh seluruh jajaran Korps Lalu LIntas (Korlantas) Polri. Namun, kebijakan ini juga perlu diikuti dengan penyempurnaan sistem.

Kebijakan pelarangan tilang secara manual diambil untuk mengefektifkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE). Selain itu, dapat juga menghindari penyalahgunaan wewenang oknum petugas yang berkaitan dengan pungutan liar atau pungli.

Baca juga: Larangan Tilang Manual Bakal Dimulai Saat Operasi Simpatik 2022

Budiyanto, pengamat masalah transportasi, mengatakan, E-TLE sudah diberlakukan oleh hampir semua Polda di wilayah Indonesia. Bahkan, di Polda Metro Jaya sudah sejak tahun 2018.

"Di Polda Metro Jaya update terakhir sudah diberlakukan di 57 titik dan tersebar di lima wilayah DKI Jakarta," ujar Budiyanto, dalam keterangan resminya.

Budiyanto menambahkan, adanya kebijakan akan mengefektifkan E-TLE perlu diapresiasi. Namun, yang menjadi masalah tersendiri adalah jumlah CCTV yang terkoneksi dengan E-TLE relatif masih terbatas bila dibandingkan dengan panjang jalan di Indonesia.

Baca juga: Instruksi Kapolri Tidak Ada Lagi Tilang Pengendara Secara Manual

Bagaimana dengan ruas penggal jalan yang belum terpasang CCTV E-TLE, tetapi jumlah pelanggaran yang relatif masih cukup tinggi?

"Dengan adanya kebijakan ini, saya kira sebagai momentum untuk mengakselerasi dan mengembangkan sistem E-TLE dengan model yang lain," kata Budiyanto.

Budiyanto menambahkan, perkembangan sistem E-TLE yang sekarang ini sudah mobile dan akan menggunakan drone masih bisa dibenarkan dari aspek hukum. Asalkan, alat tersebut dapat menghasilkan gambar yang valid disertai sistem pengawasan yang kuat.

Baca juga: Kuliah Gratis Lulus Jadi CPNS, Cek 10 Sekolah Kedinasan Sepi Peminat

Menurut dia, sistem E-TLE dengan pemasangan CCTV statis per titik simpang memerlukan beberapa kamera dan anggaran yang cukup tinggi.

"Cara yang tepat untuk mengakselerasi pengembangan sistem E-TLE adalah dengan cara sistem mobile, drone camera, dan menggunakan ponsel Android dengan dibarengi sistem pengawasan yang ketat," kata Budiyanto.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
kalau mau menerapkan tilang e-tle tdk perlu nunggu penambahan kamera. tp coba terapkan saja di semua area yg sdh ada kameranya, dari situ bisa sekalian efektifitasnya penerapan tilang e-tle dan supaya kamera yg sdh terpasang tdk mubasir. daripada ditambah banyak baru ketahuan ga efektif e-tle nya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Momen Prabowo Ikut Tren Velocity Usai Akhiri "Open House" di Istana
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau