Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Operasi Ketupat 2022, Polri Terjunkan Ratusan Ribu Personel

Kompas.com - 15/04/2022, 07:02 WIB
Aprida Mega Nanda,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan menggelar Operasi Ketupat 2022 untuk mengawal aktivitas mudik lebaran tahun ini.

Kegiatan ini dilakukan guna mengantisipasi kemacetan dan memberikan pengamanan saat musim mudik-balik Lebaran 2022.

Sebagai informasi, tahun ini merupakan kali pertama pemerintah membolehkan mudik Lebaran setelah dua tahun terakhir dilarang akibat pandemi virus Covid-19.

Baca juga: Penjualan Toyota Naik Jelang Lebaran

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, Operasi Ketupat bakal digelar bersama dengan kementerian atau lembaga terkait.

“Polri melaksanakan kegiatan Operasi Ketupat tahun 2022,” ucap Gatot melalui keterangan resmi, Kamis (14/4/2022).

Operasi Ketupat ini setidaknya akan melibatkan 144.392 orang personel. Polri juga bakal menyiapkan pos pengamanan dan pelayanan terpadu, yang mencakup gerai vaksinasi Covid-19 bagi para calon pemudik.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

Pos-pos pengamanan akan ditempatkan di tempat keramaian, seperti tempat wisata, tempat ibadah, rest area, kemudian tempat yang memiliki potensi keramaian lainnya.

Selain itu, Gatot juga mengatakan bahwa ada potensi rawan kemacetan arus mudik maupun arus balik mudik Lebaran.

“Potensi-potensi kerawanan yang muncul di antaranya adalah, di samping gangguan-gangguan keamanan tentunya kemacetan lalu lintas ya. Kemudian juga terjadinya kecelakaan, itu sudah kita antisipasi,” ujar Gatot.

Baca juga: Setelah Pertamax, Kementerian ESDM Berikan Isyarat Naikkan Harga Pertalite

Gatot menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi mengantisipasi kemacetan saat Lebaran. Strategi yang disiapkan antara lain sistem one way, contraflow, ganjil-genap, sistem buka-tutup, serta menyiapkan jalur-jalur alternatif di jalan utama.

Ia menekankan, strategi yang disiapkan akan diberlakukan sesuai diskresi dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Nah kalau itu nanti umpamanya contra flow itu tidak bisa mengatasi itu, kita akan melakukan dengan one way. Jadi kalau tidak nanti kita dengan ganjil genap. Tapi ini melalui diskresi kita lihat situasinya,” kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kenakan Tarif Sampai 32 Persen, Trump Dendam dengan Tarif Indonesia?
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau