Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelajaran dari Kecelakaan Pikap yang Bawa Puluhan Santri

Kompas.com - 27/11/2018, 07:42 WIB
Stanly Ravel,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus kecelakaan pikap terguling yang membawa 23 santri dan menewaskan tiga orang di Tangerang, bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita semua. Terutama mengenai pentingnya memikirkan aspek keselamatan saat berlalu lintas.

Menurut Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, setidaknya ada beberapa poin yang bisa dijadikan pertimbangan mengapa penting mengindahkan peraturan lalu lintas.

"Hal pertama jelas itu mobil barang bukan untuk angkut penumpang, kedua masalah kapasitas yang sangat berlebihan sampai menampung 23 penumpang. Kalau mau diusut lebih jauh, bisa sampai penyebab korban tewas bahkan membahayakan pengguna jalan lain," ucap Jusri kepada Kompas.com, Senin (26/11/2018).

Baca juga: Pikap Angkut Puluhan Santri Terguling, Siapa yang Salah?

Jusri menjelaskan dalam kondisi kendaraan yang melebih batas muatan, potensi terjadinya kecelakaan sangat besar. Komponen pengendalian pada sebuah kendaraan, seperti kemudi, suspensi, rem, dan ban tidak akan bekerja maksimal mengikuti dinamika yang terjadi.

Meski demikian yang harusnya menjadi pelajaran penting menurut Jusri,  bukan faktor penyebab langsung, tapi lebih ke faktor yang tidak langsung.

"Akar permasalahannya murni karena minimnya kesadaran soal keselamatan, karena itu pemerintah sudah harus memasukan kurikulum soal berkeselamatan sejak usia dini, bukan soal safety riding atau driving tapi murni keselamatan di mana pun. Pada kasus yang ini, menurut saya itu benar salah si pengendara yang mengabaikan aturan lalu lintas," kata Jusri.

Baca juga: Dibandingkan 2017, Fatalitas Kecelakaan Turun 1 Persen

Seperti diketahui, sebuah pikap berwarna merah dengan pelat nomot polisi B 9092 RV yang sedang membawa 23 santri terbalik usai melintasi fly over dari arah Metland Ciledug ke arah Green Lake, Minggu (25/11/2018). Dari keterangan polisi yang di dapat dari saksi mata, posisi mobil tersebut melesat cukup kencang dan hilang kendali sampai akhirnya terguling.

Sebanyak 20 orang terpental keluar, atas insiden tersebut tiga nyawa yang masih berusia belasan dan berstatuskan pelajar juga melayang. Sementara korban lainnya mengalami luka-luka cukup berat, termasuk sopir yang mengendarainya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
[FULL] Kapolri soal Pantauan Arus Mudik Lebaran 2025: Fatalitas dan Keamanan Lebih Baik dari Tahun
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau