Upaya Nissan-Mitsubishi Raih “Podium” di Pasar ASEAN - Kompas.com

Upaya Nissan-Mitsubishi Raih “Podium” di Pasar ASEAN

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 20/11/2017, 09:42 WIB
Mobil Nissan Navara saat menuju Kawah Wurung, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (5/5/2016).KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Mobil Nissan Navara saat menuju Kawah Wurung, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (5/5/2016).

Bangkok, KompasOtomotif – Merek Mitsubishi resmi masuk dalam aliansi Nissan, di mana pada Oktober 2016 lalu 34 persen sahamnya dikuasai. Bahkan Carlos Ghosn, Chairman Nissan dan Mitsubishi mengatakan, salah satu tujuan utama aliansi adalah mereka bisa masuk podium pasar Asia Tenggara.

Beberapa langkah kemudian lahir untuk mencapai tujuan tersebut. Mereka Nissan dan Mitsubishi berencana berbagi platform untuk truk pikap di Asia Tenggara, dengan model baru yang akan lahir pada 2021. Ini tentunya diharapkan dapat memotong biaya produksi. Diskusi soal penggabungan fitur dari merek pikap yang ada ( Nissan Navara dan Mitsubishi Triton) ke dalam platform baru juga sudah dilakukan.

"Berbagi platform adalah hal yang harus dilakukan," kata Yutaka Sanada, Kepala Operasi Regional Asia Tenggara dan Oceania, mengutip Nikkei, Sabtu (18/11/2017). Dirinya menambahkan juga, kalau konsolidasi juga akan dijalankan terkait berbagi kendaraan listrik dan hybrid.

Baca juga : Avanza dkk Bekas Bergejolak karena Xpander

Namun sebelum itu, mereka akan terlebih dahulu akan meluncurkan Xpander versi Nissan, model LMPV 7-penumpang yang diluncurkan di Indonesia awal tahun ini. Namun, Sanada mengatakan kalau kolaborasi LMPV itu disebut tidak sesederhana yang dibayangkan.

“Kami memakan banyak waktu untuk bisa menghadirkan (LMPV Xpander) yang sesuai dengan merek Nissan,” ucap Sanda.

Otomania.com-Mitsubishi Triton dan Pajero Sport, berbagi platform.Setyo Adi/Otomania.com Otomania.com-Mitsubishi Triton dan Pajero Sport, berbagi platform.

Aliansi Nissan-Mitsubishi ini punya tujuan untuk bisa mengurangi biaya sampai 20 persen, melalui sinergi pada 2019. Konsolidasi dilakukan di sektor logistik, kemudian gudang, fasilitas pelatihan dan operasi purna jual yang sudah berjalan di pasar seperti Australia, Filipina dan Thailand.

"Sinergi harus dilakukan dengan cepat," tutur Sanada.

Bagi Nissan dan Mitsubishi, skala produksi besar tak hanya akan memberikan daya tawar yang lebih kuat (kompetitif), tapi juga memungkinkan membuahkan investasi besar yang tidak bisa dihasilkan jika sendiri-sendiri.

Baca Juga: Mitsubishi Xpander Goyang Pasar Mobil Bekas

"Investasi yang dibutuhkan untuk lokalisasi produksi, bisa dilunasi hanya jika kami menggabungkan volume produksi," ucap Sanada. Dirinya mengatakan kalau Nissan sendiri berharap, dapat menggandakan volume penjualannya di Asia Tenggara dan Oceania pada 2023. Pada tahun fiskal sampai Maret, volume penjualan di wilayah ini mencapai 341.000 unit.

Toyota Motor telah lama menguasai pangsa pasar teratas di Asia Tenggara. Di pasar terbesar ASEAN saja, Indonesia, mereka menguasai 35 persen dan lebih dari 50 persen jika digabung dengan anak perusahaan, Daihatsu.

Raksasa otomotif Jepang tersebut juga unggul di Thailand, yang menguasai lebih dari 30 persen pasar, yang disusul Isuzu dan Honda di belakangnya. Sementara Nissan berada di urutan kelima, dengan pangsa sekitar 6 persen. Angka tersebut lebih kecil dari Mitsubishi yang punya posisi lebih baik dari Nissan, denga market share sekitar 9 persen.

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAzwar Ferdian
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM