Anggapan Salah, "Pakai Helm Agar Tidak Kecelakaan" - Kompas.com

Anggapan Salah, "Pakai Helm Agar Tidak Kecelakaan"

Febri Ardani Saragih
Kompas.com - 24/10/2017, 13:22 WIB
Salah satu polisi wanita mengancingkan tali helm pengaman pengendara,sambil membagikan takjil berbuka puasa (31/05/2017)Slamet Widodo Salah satu polisi wanita mengancingkan tali helm pengaman pengendara,sambil membagikan takjil berbuka puasa (31/05/2017)

Jakarta, KompasOtomotif – Pemahaman yang salah yaitu bila biker berpikir menggunakan helm sudah cukup untuk selamat saat berkendara di jalan. Masih banyak faktor lain penunjang keselamatan berkendara yang harus dibiasakan sampai menjadi gaya hidup.

Menurut Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), bahkan saat biker sudah menggunakan helm, risiko kematian saat kecelakaan fatal hanya tereduksi sebesar 40 persen. Itu berarti ketika terjadi kecelakaan fatal, kemungkinan biker berhelm meninggal dunia sebesar 60 persen.

Menggunakan helm saja belum tentu selamat, apalagi tidak. Kecelakaan bisa terjadi di mana saja, bahkan saat berkendara pelan ataupun hanya keliling di jalan-jalan perumahan.

Baca: Masih Relevan Kampanye Pakai Helm Sampai Bunyi Klik?

Berkendara motor adalah aktivitas penuh risiko karena tubuh biker bersentuhan langsung dengan kondisi sekitar. Kendati ada "faktor X", penentu terbesar keselamatan berkendara berasal dari diri sendiri.

"Yang paling keliru justru ‘pakailah helm agar tidak kecelakaan’, karena pakai helm atau tidak tetap saja bisa kecelakaan. Yang bikin kecelakaan bukan helm, tapi perilaku,” ucap Edo, di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

PenulisFebri Ardani Saragih
EditorAzwar Ferdian
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM