Rabu, 30 Juli 2014

Otomotif


Kesan Pertama Merasakan Chevrolet Spin

Penulis: Donny Apriliananda | Rabu, 20 Februari 2013 | 18:51 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
  • Sumber : KompasOtomotif | Author : donny apriliananda

    Chevrolet Spin, andalah GM Indonesia di pasar low MPV.

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : donny apriliananda

    Ruang bagasi cukup besar, dengan bangku yang bisa disetel konfigurasinya sesuai kebutuhan.

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : donny apriliananda

    Panel AC tambahan tak makan tempat.

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : donny apriliananda

    Panel instrumen modern.

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : donny apriliananda

    Wajah belakang sangat dinamis dan terkesan kekar.

Bekasi, KompasOtomotif – Pada Sneak Preview Chevrolet Spin di Pondok Ungu, Bekasi kemarin (19/2), wartawan otomotif nasional diberi kesempatan menjajal MPV tujuh penumpang. KompasOtomotif langsung mencoba sebagai penumpang.

Tiga kali KompasOtomotif berpindah tempat, sebagai penumpang jok depan, tengah, dan belakang. Kesan awal, terasa nyaman. Spin menyediakan ruang cukup besar untuk kaki dan kepala. Sebagai penumpang depan, tidak ada masalah, jok ergonomis dapat memeluk badan dengan nyaman.

Di depan pengemudi, terdapat kantung udara. Dijelaskan, kelengkapan keselamatan ditanamkan pada semua tipe. Bahan bahan dasbor dan panel pintu berkualias cukup baik.  

Di kanan - wartawan tidak diizinkan menyetir - desain panel instrumen tampil menarik. Setir bergaya sporti  khas Chevrolet masa kini. Tombol lampu berada di dasbor. Untuk mengatur kaca spion, tombolnya ditempatkan di panel pintu. 

Saat mencoba sebagai penumpang tengah, jok terasa agak rendah sehingga kaki sedikit ”nangkring”. Penumpang dengan postur di atas 170 cm harus rela mengangkat kaki sedikit, meski ruang antara jok tengah dan depan cukup luas.

Di luar kebiasaan, jok tengah dirancang dengan konfigurasi 60-40. Bagian yang pendek berada di sisi kiri. Padahal, untuk melipat jok tengah yang berukuran lebih pendek, biasanya dilakukan dari kiri, sesuai kebiasaan orang Indonesia, naik dari kiri. 

Jok paling belakang terasa sempit, hanya cocok untuk anak-anak atau penumpang dengan tinggi  tidak lebih dari 160 cm. Posisi jok juga rendah, sama dengan baris kedua.

Double Blower
Untuk kenyamanan penumpang, GM melengkapi Spin dengan AC blower ganda. Untuk mengalirkan udara dingin melalui atap, digunakan empat lubang bulat yang bisa diatur arah dan kekuatan hembusannya: dua di tengah, dan dua di belakang. Dengan rancangan seperti ini, ruang untuk kepala tidak ”tersita" oleh panel AC tambahan. 

Ketika dites sebentar pada permukaan jalan bergelombang berukuran besar dan kecil (di depan dan samping), suspensi terasa agak keras. Namun saat penumpang penuh, menjadi mantap! 

 


Editor : Zulkifli BJ