Yamaha New V-ixion Lebih Galak dan Stabil - Kompas.com

Yamaha New V-ixion Lebih Galak dan Stabil

Kompas.com - 18/12/2012, 07:10 WIB
Jules Rimet KompasOtomotif, saat memacuk Yamaha New V-ixion di Bandung. Settingan dan teknologi injeksi barunya membuat lebih responsif.

Bandung, KompasOtomotif – Banyak yang menganggap Yamaha New V-ixion cuma ganti baju dan tidak ada perubahan siginifikan di sisi performa. Padahal, PT Yamaha Indonesia Motor Manfacturing (YIMM) memastikan bahwa sport andalannya  itu mengalami perombakan total, termasuk performanya. Usai peluncuran di Bandung (15/12), KompasOtomotif berkesempatan menungganginya dengan rute  Bandung-Cihideung (etape I), sedang rekan media lain ada yang menjalani etape II di Cihideung dan sekitarnya.

Pengamatan awal ditujukan pada ubahan. Desainnya lebih banyak sudut, mengesankan unsur aerodinamis. Tangkinya lebih atraktif, digabung panel kunci (biasanya panel kunci jadi satu dengan panel meter). Ban belakang lebih lebar, lengan ayun bentuk persegi, dilengkapi rem cakram.

Duduk di atasnya terasa lebih nyaman. Bila dibandingkan versi sebelumnya, posisi setang sedikit lebih ditekuk ke dalam, menjanjikan posisi mengendara tidak terlalu membungkuk. Kunci diputar, sapaan ”Hi Bro” tertulis pada panel, dan komputer mulai cek sistem untuk persiapan. Mesin dinyalakan, dipanaskan sebentar, dan go!

Lincah dan ”Mengigit”
Keluar dari halaman Hotel Savoy Homann, Bandung, kemacetan menghadang. Di sinilah New V-ixion menemui ujian pertamanya. Dalam kondisi macet, kelincahan mulai bisa dirasakan dengan mudahnya pengendalian. Bodinya lebih ramping membuat yang naik semakin pede.

Mengutip apa yang dijelaskan Sakio Muroo, Project Leader Development Yamaha Motor Ltd, ada perubahan mendasar yang tidak tampak, tapi menghasilkan handling lebih baik. Pertama adalah sudut kemudi (rake) diperkecil, lalu menambah panjang lengan ayun 1,3 cm. Dengan perubahan ini traksi roda belakang diklaim lebih bagus dan membantu kendali sepeda motor.

Perubahan kedua, titik berat  digeser lebih ke depan 1,7 persen. Ini diikuti ukuran ban belakang yang lebih besar. Efeknya, kestabilan dirasakan saat menikung dengan kecepatan tinggi. Hal ini KompasOtomotif rasakan ketika perjalanan sudah mulai naik-turun menuju Cihideung. Ketika akan melebar, dengan mudah bisa dikoreksi. Untuk ”rebahan” juga sangat tenang.

Responsif
Sebelum menuju Cihideung, rombongan sempat menemui jalan lurus dan sepi. Di sinilah tes akselerasi dimulai. Tenaga mesin SOHC 150cc New V-ixion terasa sangat responsif. Tidak terlalu galak sebenarnya, tapi di tarikan awal bisa dirasakan tenaganya. Torsi puncak tercapai di putaran mesin 7.500-8000 rpm.

Kecepatan maksimal yang berhasil diraih mencapai 120-an km perjam, meski sebenarnya masih ada sisa tenaga untuk kembali digeber. Sayang, jalanan kembali padat. Kemampuan remnya meningkat, dengan penambahan cakram di ban belakang (sebelumnya di ban depan saja).

Uji kemampuan mesin terus berlanjut hingga jalanan naik-turun. Yamaha sedikit mengubah rasio gir, membuat nafasnya sedikit lebih panjang. Dipakai menanjak tidak loyo, tenaganya selalu terisi di tiap gigi.

Nyaman dan Tidak Capek
Menempuh perjalanan lebih dari 140 km selama tiga jam lebih membutuhkan stamina yang cukup. Tapi untungnya New V-ixion tidak membuat capek punggung. Posisi mengendarai memang sedikit bungkuk, tapi perpaduan yang pas antara setang, posisi kaki dan posisi duduk menghasilkan kenyamanan berkendara. Semua itu didukung suspensi teleskopik di depan dan monosok di belakang yang memainkan peranan dengan lembut. Jok empuknya dengan posisi paha yang pas menempel pada tangki menambah kenyamanan ketika digeber dengan jarak jauh.

Kesimpulan
Yamaha New V-ixion tidak bisa dikatakan hanya ”ganti baju”. Selain tampang yang semakin berkarakter dan futuristik, performa juga meningkat. Apalagi YIMM mengklaim bahwa sistem injeksi dan komputerisasi sudah mengalami perbaikan dengan menambahkan sensor oksigen dan kecepatan untuk membantu kinerja injektor.

Beratnya juga dikurangi, termasuk pemikiran revolusioner dengan memindah kunci kontak ke tangki untuk menambah entengnya handling pada setir. Kabel speedometer dihilangkan, tidak ada lagi kabel menjuntai dari setang ke roda. Untuk mengukur kecepatan dihubungkan dengan transmisi.

Semua perubahan itu mampu menjadikannya sebagai pilihan di sepeda motor sport. Harga Rp 22,4 juta (versi tanpa engkol) dan Rp 22,6 juta untuk versi yang sudah berengkol cukup realistis bila dibandingkan dengan performanya.

EditorAris F Harvenda
Komentar

Terkini Lainnya

Lexus Indonesia Mau Garap Mobkas

Lexus Indonesia Mau Garap Mobkas

News
“Wholesales” Lexus Paruh Pertama 2017 Melejit

“Wholesales” Lexus Paruh Pertama 2017 Melejit

News
Tipikal Konsumen McLaren di Indonesia

Tipikal Konsumen McLaren di Indonesia

News
Tiga Primadona Auto2000 pada Separuh Pertama 2017

Tiga Primadona Auto2000 pada Separuh Pertama 2017

News
SUV Lexus Masih Mendominasi Indonesia

SUV Lexus Masih Mendominasi Indonesia

News
Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Modifikasi
Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

News
Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar 'Hatchback'

Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar "Hatchback"

News
Auto2000 Resmikan Tiga Cabang Baru

Auto2000 Resmikan Tiga Cabang Baru

News
Kupas 'Coupe' Sport Lexus LC500

Kupas "Coupe" Sport Lexus LC500

Produk
Lexus LC500 Akhirnya Meluncur di Indonesia

Lexus LC500 Akhirnya Meluncur di Indonesia

News
McLaren 720S Sudah Dipesan para Miliarder Indonesia

McLaren 720S Sudah Dipesan para Miliarder Indonesia

News
Honda Jazz 'Facelift' Lebih Mahal Rp 6 Juta

Honda Jazz "Facelift" Lebih Mahal Rp 6 Juta

Produk
McLaren Meluncurkan Generasi Kedua 720S di Jakarta

McLaren Meluncurkan Generasi Kedua 720S di Jakarta

Produk
Honda Bikin Jazz Jadi Lebih Segar

Honda Bikin Jazz Jadi Lebih Segar

Produk
Close Ads X