Selasa, 29 Juli 2014

Otomotif


Pajero Sport Berkaki Besar dan Suspensi Udara

Penulis: Aris F. Harvenda | Rabu, 28 September 2011 | 07:48 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : Kompas.com/AFH

  • Sumber : - | Author : Kompas.com/AFH

    Ukuran ban dan pelek terbesar untuk saat ini

  • Sumber : - | Author : Kompas.com/AFH

    Tampak belakang

  • Sumber : - | Author : Kompas.com/AFH

    Monitor lengkap dengan DVD player sebagai penunjang sarana hiburan

KOMPAS.com - Mendandani mobil dengan mengganti pelek dengan diameter  lebih besar bukanlah hal yang spesial. Hanya, menjadi tidak lazim bila diameter yang dipilih paling maksimal. Nah, ketidaklaiman itulha yang dilakukan Agus Budiono dengan menggunakan pelek asal Amerika Serikat, Limited, berdiameter 26 inci dan lebar 10,5 depan-belakang.

Rp80 Juta
Pemilik Pajero Sport ini paham benar tingkat kesulitan yang dihadapi ketika memutuskan memakai pelek berdiameter besar. Beberapa modifikasi harus dilakukan agar lingkar roda ini bisa dipasang  dengan baik dan aman digunakan.

Inner fender bawaan pabrik yang dibuat dari plastik diganti. Pelat yang berada di dalamnya ikut disesuaikan agar tidak mentok. Setelah itu lapisan spakbor diganti dengan menggunakan  plastik dengan  ukuran yang sudah disesuaikan untuk menjaga bagian dalam tetap bersih.

Kendala lain muncul saat pelek dan ban seharga Rp80 juta itu akan dipasang. Saat setir diputar, ban Kumho menyentuh motor penyemprot air wiper. Alhasil, perangkat tersebut  harus dimodifikasi.

"Pemasangan suspensi udara (air suspension) pun tak kalah rumitnya dibandingkan dengan  pemasangan pelek," ungkap pemuda asal Solo ini. Pemasangan dipercayakan ke Bengkel Catalunya dan langsung dipantau oleh pemuda 29 tahun ini. 

Untuk mendapatkan hasil maksimal ketika mobil diaktifkan ke posisi paling rendah, dudukan per dipindahkan ke bagian bawah dari posisi awal. Begitu pula posisi peredam kejut (shock absorber) Koni - aslinya untuk Honda Genio - dipisahkan dari balon suspensi udara. Proses pemindahan dudukan per dan peredam kejut butuh 4 hari agar semua berfungsi dengan baik saat mobil melaju.

Ganti Lampu
"Bodi mobil juga ikut dimodifikasi agar terlihat berbeda dan lebih oke," ujar pengusaha showroom Budi Agung Motor ini. Beberapa aksesoris menempel di eksterior depan dan belakang plus stiker di samping. Penerangan ditukar dengan HID untuk lampu utama dan lampu kabut (foglamp) serta lightbar di atap dari Landun.

Bagian interior yang diganti adalah bahan pelapis jok, kini menggunakan kulit. Untuk hiburan, dipasang baru sebuah monitor LCD bersama DVD player di plafon, baris depan dekat spion tengah.

Untuk mencegah penurunan performa saat akselerasi, ECU ditemani piggy back  yang dklaim bisa menaikkan tenaga 30%.

"Kalau tenaga nggak di-up grade, saat konvoi bisa jadi saya tertinggal dengan yang lain. Pasalnya bobot kendaraan bertambah karena pelek diganti serta komponen suspensi udara bersama tabung dan motornya," tutup Agus.


Editor : Zulkifli BJ