Jumat, 21 November 2014

Otomotif


2014, Rasio SMK dan SMA Mencapai 2:1

Penulis: LTF | Jumat, 22 Mei 2009 | 17:46 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : RADITYA HELABUMI/HARIAN KOMPAS

Ilustrasi: Pemerintah berkomitmen memperbanyak jumlah SMK di tanah air. Pada 2014 rasio perbandingan jumlah SMK dengan SMA diharapkan bisa mencapai 2:1

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional sangat berkomitmen meningkatkan kualitas siswa SMK di seluruh Indonesia.

Hal tersebut dikatakan oleh Mendiknas Bambang Sudibyo kemarin malam (21/5) di sela 'Pameran Kreasi Siswa SMK' di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ). Di arena tersebut, sebanyak 1.700 siswa SMK se-Indonesia tengah unjuk kompetensi sejak 20 Mei lalu hingga 24 Mei 2009 mendatang.

Menurut Bambang, komitmen tersebut sangat diperlukan agar lulusan SMK bisa terserap di berbagai lapangan pekerjaan yang ada. Komitmen itu sekaligus juga untuk mengurangi angka pengangguran.

Bentuk komitmen pemerintah tersebut, kata Bambang, termasuk juga dengan memperbanyak jumlah SMK di tanah air sejak 2004 silam. Awalnya, rasio perbandingan antara SMK dengan SMA adalah 30:70. Tetapi pada akhir 2008 lalu, rasio perbandingan tersebut naik menjadi menjadi 47:53.

Mendiknas mengatakan, jika program ini dijalankan secara konsisten, pada 2014 rasio perbandingan jumlah SMK dengan SMA bisa mencapai 2:1. Dengan kata lain, setiap terdapat satu SMA di salah satu wilayah, maka di wilayah tersebut harus memiliki dua SMK.


Editor :