Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenperin Sebut Ada 3 Calon Investor Otomotif Baru dari China, Jepang dan Eropa

Kompas.com - 20/02/2023, 17:42 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) mengungkapkan saat ini sudah mengantongi tiga calon investor baru untuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia.

Dikatakan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier, mereka adalah produsen yang berasal dari China, Jepang, serta Eropa.

“Saya pribadi sudah menerima beberapa calon investor untuk mobil dari Eropa, China, dan Jepang,” kata Taufiek di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023, Jakarta, Senin (20/2/2023).

Baca juga: Bukan untuk Menyalip, Ini Fungsi Bahu Jalan Tol yang Benar

Ilustrasi kendaraan listrik.(Dok. Shutterstock/ BigPixel Photo) Ilustrasi kendaraan listrik.

Menariknya, ketiga produsen itu semua akan fokus kepada kendaraan listrik. Sehingga peciptaan ekosistem elektrifikasi di dalam negeri bisa semakin cepat.

Satu dari tiga produsen terkait, diungkapkan Taufiek, direncanakan untuk mulai membangun pabrik tahun ini. Kemudian mereka akan memulai aktivitas produksi pada 2024 mendatang.

"Tahun ini bangun (pabrik), produksi tahun 2024. Brand Eropa itu dan semuanya listrik. Tapi saya belum bisa katakan, kalau diomongin nanti orangnya malah tidak jadi," ucap Taufiek.

Apabila mengacu perkembangan komunikasi Pemerintah RI dengan beberapa produsen otomotif untuk berinvestasi di Indonesia, pabrikan kendaraan asal Eropa yang dimaksud bisa jadi Volkswagen (VW) atau Tesla.

Baca juga: Wuling Alvez Bikin Penasaran, Antre Panjang di Area Test Drive

Ilustrasi Pabrik Mobil Tesla di Amerika Serikattheverge.com Ilustrasi Pabrik Mobil Tesla di Amerika Serikat

Mengingat pda pertengahan tahun lalu, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, VW berminat untuk investasi di Indonesia dengan membangun satu fasilitas pabrik di Sulawesi dan prekursor ketot di Batang, Jawa Tengah.

"Kemarin mereka juga sudah mengunjungi lokasi, doakan saja tapi itu baru 60 atau 70 persen," katanya, Rabu (20/7/2022) lalu.

Sementara Tesla sendiri, saat ini sedang menjalin komunikasi yang cukup intens dengan pemerintah. Namun diakui, perjanjian itu masih berlangsung alot sampai pada akhirnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menawarkan insentif khusus.

Insentif dimaksud, mulai dari insentif keringanan pajak sampai konsensi menambang nikel di Tanah Air.

Baca juga: Indonesia Belum Siap Terapkan Kendaraan Otonomos

Logo VW dan Toyotadok.reuters Logo VW dan Toyota

Sedangkan pabrikan asal China yang dikatakan Taufiek, kemungkinannya ialah BYD Automobile Co Ltd. Sebab kabar terakhir seperti dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, proses investasinya sedang dalam tahap finalisasi.

"Kalau kita lihat BYD yang nomor satu di dunia, nomor dua Tesla, dan seterusnya. Ini semua sudah memfinalisasi perjanjian Indonesia dengan keputusan kita yang sudah di rapat kabinet dan kita bisa announce segera,” ucap Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional Kepala Daerah dan Forkompinda Tahun 2023 pada Selasa (17/1/2023).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com