Kompas.com - 09/11/2022, 14:31 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) berencana memberikan pajak tambahan kepada setiap kendaraan bermotor yang melebihi baku mutu emisi gas buang.

Hal tersebut dilakukan agar target menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) secara signifikan, khususnya pada sektor transportasi di Indonesia, sekaligus mendukung proses transisi kendaraan menuju era ramah lingkungan.

Namun sebagaimana dinyatakan Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian LHK Luckmi Purwandari, saat ini regulasi dimaksud masih dalam tahap pengkajian mendalam.

Baca juga: Pilihan Mobil Listrik di Indonesia, Termasuk Harga Per November 2022

Ilustrasi emisi kendaraan.jillseymourukip.org Ilustrasi emisi kendaraan.

"Saat ini sedang kami hitung (besaran) angkanya berapa," kata dia, Selasa (8/11/2022).

Rencananya, pengenaan pajak tambahan tersebut berlaku setelah regulasi rampung. Kebijakan ini, nantinya merupakan turunan atau lanjutan dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 20 Tahun 2017.

Seiring dengan hal itu, ada baiknya pemilik kendaraan mulai perhatikan emisi gas buang dan melakukan pengujian emisi kendaraan di sejumlah titik yang sudah tersedia.

Adapun ketentuan ambang batas emisi gas buang pada kendaraan bermotor ini, tercantum dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2008, yaitu;

Baca juga: Penampakan Toyota Innova Zenix Hybrid Lengkap dengan Sunroof

Ilustrasi polusi udara dari rumah tangga berasal dari penggunaan bahan bakar kayu untuk memasak. Biomassa kayu bakar dapat berakibat buruk pada kesehatan paru-paru. Polutan dari biomassa kayu dapat menyebabkan kerusakan paru-paru.SHUTTERSTOCK/Zoran Photographer Ilustrasi polusi udara dari rumah tangga berasal dari penggunaan bahan bakar kayu untuk memasak. Biomassa kayu bakar dapat berakibat buruk pada kesehatan paru-paru. Polutan dari biomassa kayu dapat menyebabkan kerusakan paru-paru.

1. Mobil bensin tahun produksi di bawah 2007, wajib memiliki kadar Karbon Monoksida (CO2) di bawah 3,0 persen dengan HC di bawah 700 ppm

2. Mobil bensin tahun produksi di atas 2007, wajib memiliki kadar CO2 di bawah 1,5 persen dengan Hidrokarbon (HC) di bawah 200 ppm

3. Mobil diesel tahun produksi di bawah 2010 dan bobot kendaraan di bawah 3,5 ton, wajib memiliki kadar opasitas (timbal) 50 persen

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.