Mau Restorasi Motor Bebek Retro, Pilih 2-tak atau 4-tak?

Kompas.com - 15/07/2022, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren yang kembali dilirik ialah restorasi bebek retro alias bebek zaman dulu. Ada dua yang biasa dijadikan bahan penyuka motor bebek lawas, yaitu model 4-tak dan 2-tak.

Irfan dari bengkel Retropolis yang berlokasi di Blitar, Jawa Timur, mengatakan, populasi bebek retro sebetulnya masih cukup banyak untuk dijadikan bahan restorasi.

Baca juga: Honda Sebut Motor Ducati Bagus, Tapi Tanpa Pebalap Jadi Juara Dunia

"Kalau untuk restorasi biayanya lebih besar main 2-tak ketimbang 4-tak. Tapi untuk harga motornya sendiri alias bahannya bisa lebih mahal 4-tak, contohnya Honda C70 itu sekarang unitnya mahal," kata Irfan kepada Kompas.com, belum lama ini.

Tren restorasi bebek retro alias bebek jadul.Foto: Retropolis Tren restorasi bebek retro alias bebek jadul.

Irfan mencontohkan, harga Yamaha Alfa bisa dibilang tidak terlalu mahal tapi biaya restorasinya kalau mau kinclong seperti pabrikan bisa lebih mahal ketimbang restorasi Astrea Grand.

"Kalau spareparts lebih sulit Yamaha. Spareparts ada dua, imitasi baru dan original. Kalau buat Honda masih banyak, kalau untuk Yamaha tidak banyak, apalagi yang original," kata dia.

Bebek retro 4-tak saat ini paling banyak datang dari merek Honda dengan berbagai varian mulai dari C70, C700, C800, Astrea Star/Prima, Astrea Grand, hingga turunannya.

Baca juga: Bahaya Nyata Mobil Kelebihan Muatan

Adapun bebek retro 2-tak mayoritas datang dari merek Yamaha, salah satu yang jadi incaran ialah Alfa dan Champ. Suzuki lebih sedikit lagi populasinya alias rare karena unitnya tidak terlalu banyak.

Yamaha F1ZR Marlboro Edition di IIMS 2022KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Yamaha F1ZR Marlboro Edition di IIMS 2022

Kecuali motor bebek 2-tak era 90'an akhir sampai 2000'an awal yang saat ini harga melambung, contohnya Yamaha F1ZR, Z125 dan Suzuki Satria 125 baik model lumba-lumba ataupun hiu.

Marwan pemilik showroom motor klasik Marwan Motor di Sukoharjo, Jawa Tengah menjelaskan, harga F1ZR berkisar antara Rp 8 juta-Rp 10 juta tergantung kondisi. Lumayan buat motor yang eksis dari 1997 hingga 2004.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Perintahkan Dirlantas Buat Satgas Anti-Kemacetan

"Kalau F1ZR ini, paling-paling sekitar Rp 8 juta sampai Rp 10 jutaan. Masih normal jika dibandingkan dengan 125Z yang harganya gila-gilaan, bisa sampai Rp 60 jutaan - Rp 80 jutaan," kata Marwan.

Kisaran harga F1ZR tersebut berlaku untuk unit yang dengan mayoritas part motor masih orisinil. Belum ada modifikasi atau ubahan. Tentu juga disertai dengan surat-surat yang lengkap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.