Hindari Beli Mobil Ditipu Oknum Sales, Jangan Kirim Uang ke Rekening Pribadi

Kompas.com - 07/03/2022, 14:51 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang calon konsumen bernama Yunita mengaku kena tipu saat hendak membeli mobil Honda Brio di diler Honda MT Haryono, Jakarta.

Melalui Instagram pribadinya, Yunita mengatakan, bermula saat dia ingin membeli mobil diler resmi Honda MT Haryono dan disambut oleh sales yang bernama Ruhan.

Setelah menyetujui untuk membeli mobil, Yunita dijanjikan mendapatkan diskon Rp 10 juta.

Baca juga: Hindari Oknum Sales Nakal, Begini Prosedur Baku Saat Beli Mobil Baru

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Yunita Sari (@_yunita_sari_)

 

Tapi karena diler pada hari Minggu dan area kasir tutup, Ruhan menyarankan untuk mentransfer uang senilai Rp 10 juta sebagai booking fee ke rekening Dedi yang dikenalkannya sebagai supervisornya di diler.

Pada Senin, Ruhan meminta Yunita untuk mentransfer uang lagi sebesar Rp 37 juta agar unit bisa dikirim pada hari Kamis. Kemudian mengirim uang senilai Rp 134 juta untuk pelunasan ke rekening diler tersebut.

Yunita mengaku tidak curiga lantaran transaksi dilakukan di diler, lengkap dengan surat pemesanan kendaraan (SPK) dan bukti kuitansi. Ternyata diketahui bahwa SPK dan kuitansi tersebut adalah palsu.

Baca juga: Hasil Klasemen Sementara Moto2, Vietti Amankan 25 Poin

Honda Brio Satya di booth Honda pada ajang GIIAS 2021.KOMPAS.com/GILANG SATRIA Honda Brio Satya di booth Honda pada ajang GIIAS 2021.

Salah satu sales Honda MT Haryono yang dimintai keterangan mengatakan, jangan pernah mentransfer uang selain ke rekening kantor, apalagi sampai tarnsfer ke rekening pribadi sales.

"Terpenting itu jangan pernah transfer ke rekening di luar rekening perusahaan. Itu poin paling penting. Karena kalau uang masuk ke rekening kantor, kalau ada apa-apa kantor tanggung jawab. Nah kalau ini dia transfernya ke rekening pribadi sales, otomatis kantor tidak tanggung jawab meskipun dia memakai seragam Honda," katanya kepada Kompas.com, Senin (7/3/2022).

"Sekarang seragam Honda bisa dibeli (menyebut salah satu nama marketplace), (gantungan) ID card, kartu nama bisa cetak sendiri. Bukanya kita melepas tanggung jawab tidak, butuh mediasi sebenarnya," katanya.

Baca juga: Wacana Sekat antara Pengemudi dan Penumpang Bus Bukan Kabar Baru

Honda Brio dengan pelek HSR Wheel melintas di jalan Pulau Sumatera untuk menguji ketangguhan pelek.HSR Wheel Honda Brio dengan pelek HSR Wheel melintas di jalan Pulau Sumatera untuk menguji ketangguhan pelek.

Salah satu sales mobil cukup senior dari merek lain yang minta dirahasiakan identitasnya mengatakan, dari cerita yang beredar maka kustomer tersebut bisa dianggap lalai.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.