Kompas.com - 30/12/2021, 14:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat bekendara di jalan raya atau jalan sekitar komplek perumahan, kadang kita temui orang tua baik ayah atau ibu yang nyetir sambil memangku anak balita di depan atau kursi penumpang.

Terutama di momen liburan seperti ini, tak jarang para orang tua yang memangku buah hatinya di sebelah bangku sopir dengan dalih agar si anak tidak rewel saat menempuh perjalanan jauh.

Namun, nyatanya hal tersebut sangat berbahaya untuk dilakukan, sebab jika tiba-tiba mobil menabrak, posisi si anak menjadi paling rentan.

Baca juga: Cara Aman Berkendara Jarak Jauh di Malam Hari

“Prinsip dari keamanan, saat mesin hidup dan kendaraan bergerak semua penumpang sudah harus mengenakan safety belt. Pangku balita atau hanya menempuh jarak yang dekat itu tidak bisa jadi alasan,” ujar Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana, kepada Kompas.com.

Sony melanjutkan, kecelakaan saat ini bisa terjadi dimana saja, dan kapan saja. Tidak pilih-pilih penumpang. Maka dari itu, ada standar keselamatan yang harus dipatuhi oleh para orang tua.

Car Seatreviewsletter.com Car Seat

“Sayang anak bagus, tapi juga bukan berarti boleh bebas bergerak tanpa safety belt,” ucap Sony.

Idealnya anak balita harus duduk di kursi belakang dengan booster seat atau car seat. Kecuali, ketika kaki anak tersebut sudah bisa menyentuh dasar kabin dengan sempurna. Maka diperbolehkan duduk di second row tanpa kursi tambahan.

“Ingat, jangan sampai liburan berujung penyesalan hanya karena tidak taat keselamatan,” kata dia.

Manfaatkan Fitur Child Safety Lock Saat Pergi Berlibur

Salah satu fitur keselamatan yang bisa dimanfaatkan oleh pemilik mobil saat pergi berlibur bersama anak adalah child safety lock.

Fitur ini membuat pintu tidak terbuka saat tuas pegangan pintu dibuka dari dalam walau mobil sudah tidak dikunci. Hal ini untuk menghindari pintu terbuka tiba-tiba ketika anak kecil memainkan tuas pegangan pintu saat mobil berjalan atau diam.

Posisi child lock di pintu belakanghondacarsindia Posisi child lock di pintu belakang

“Khususnya anak-anak yang kakinya belum bisa mencapai dasar kabin, maka anak tersebut wajib ditempatkan di second row. Selain itu, mereka juga harus menggunakan tempat duduk tambahan seperti booster seat atau baby seat,” ujar Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu.

Baca juga: Sudah Tahu, Fungsi Utama Sun Visor pada Mobil

Menurut Jusri, fitur ini memang sangat penting terutama bagi yang sering berkendara dengan anak agar pintu tidak terbuka secara tiba-tiba, terutama ketika menempuh perjalanan jauh. Pasalnya, anak kecil biasanya memiliki sifat aktif dan besar rasa ingin tahunya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.