Ciri Khas Bus Sumatera, Suka Bawa Barang di Atap

Kompas.com - 25/12/2021, 15:02 WIB
Bus AKAP Sumatra My SimplicitiesBus AKAP Sumatra

JAKARTA, KOMPAS.comBus masih menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat di Indonesia. Setiap daerah memiliki ciri khas dari bus-bus yang beroperasi, salah satunya seperti yang ada di Sumatera.

Ciri khas dari bus yang beroperasi di Sumatera misalnya kaca depan yang ditutup dengan tameng. Selain itu, bus Sumatera juga kerap mengangkut banyak barang di atapnya, apalagi yang melakukan perjalanan jauh antar pulau (Jawa-Sumatera).

Barang ini biasanya dikumpulkan di atap, diikat, dan ditutup dengan terpal. Biasanya di pool bus tersebut memang disediakan tangga cukup tinggi agar mudah untuk menyusun barang di atap.

Baca juga: Ganjil Genap Puncak Berlaku 24 Jam, Catat Syarat Perjalanannya

Bus AKAP Sumatragramho Bus AKAP Sumatra

Tapi apakah dengan menyimpan barang di atap ini bisa merusak konstruksi bus?

Kalau dilihat, bus Sumatera zaman dahulu kerap ditambah tiang tambahan yang ada di kabinnya. Adanya tiang tersebut mungkin membantu menahan beban tambahan yang ada di atap.

Sales Staff Karoseri Tentrem Dimas Raditya mengatakan, konstruksi bus zaman sekarang dari Karoseri sudah kuat. Tapi pemesan bus bisa minta tambahan kerangka lagi jika memang mau membawa barang di atap.

Baca juga: PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 3 Januari 2022, Berikut Aturan Perjalanan Terbaru

“Kalau tempat barang yang di atap itu ada rangkanya juga, jadi enggak langsung kena bodi atap,” ucap Dimas kepada Kompas.com, belum lama ini.

Begitu juga yang dikatakan Werry Yulianto, Export Manager Karoseri Laksana. Jika menyimpan barang yang tidak berat seperti tas atau kardus, bodi buatan karoseri sudah kuat. Tapi kalau membawa beban yang berat, ada masalah lain yang timbul.

“Rangka atap kami sebenarnya sudah didesain untuk kuat terhadap beban. Namun dari karoseri memang tidak disarankan untuk membawa beban berlebih di atap karena berefek pada stabilitas dan keselamatan,” kata Werry.

Bus AKAP PO ALSKaroseri Laksana Bus AKAP PO ALS

Werry menjelaskan, bus dibuat dengan perhitungan yang matang, tidak sembarangan desain. Bus juga memiliki center of gravity, jika ditambah beban di atap, bus malah semakin mudah terguling.

“Ketika ditaruh beban berlebih di atap, center of gravity akan lebih ke atas dan menyebabkan roll. Selain itu juga kalau terlalu tinggi, bisa tersangkut,” ucap Werry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.