Tiga Komponen Utama Mesin Diesel Agar Lolos Emisi Euro 4

Kompas.com - 16/11/2021, 16:41 WIB
PT Isuzu Astra Motor Indonesia melakukan ekspor perdana dari model Traga, Karawang, Kamis (12/12/2019). KOMPAS.com/RulyPT Isuzu Astra Motor Indonesia melakukan ekspor perdana dari model Traga, Karawang, Kamis (12/12/2019).

TANGERANG, KOMPAS.com – Para produsen kendaraan diesel di Indonesia, mulai April 2022 harus memproduksi kendaraan yang lolos emisi Euro 4. Kebijakan ini seharusnya resmi berlangsung di tahun 2020, namun harus diundur karena pandemi.

Untuk kendaraan diesel yang ada di jalanan saat ini, biasanya baru memenuhi emisi Euro 2. Namun untuk memproduksi kendaraan Euro 4, sebenarnya tidak banyak ubahan dari pendahulunya.

Tonton Eko, Product Development Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengatakan, komponen pertama yang harus diubah adalah teknologi suplai bahan bakar yang masuk ke ruang mesin.

Baca juga: Simulasi Kredit Mitsubishi New Xpander Cross, Angsuran Mulai Rp 4 Jutaan

Produksi truk menengah Giga di pabrik baru Isuzu, di Karawang, Jawa Barat.Agung Kurniawan Produksi truk menengah Giga di pabrik baru Isuzu, di Karawang, Jawa Barat.

“Jadi kebanyakan kendaraan Euro 4 itu membutuhkan teknologi suplai bahan bakar common rail. Ini yang paling simpel dan cukup signifikan. Setelah itu ada penyesuaian lagi pada mesin, seperti pressure yang lebih tinggi,” ucap Tonton di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menggunakan common rail, otomatis pembakaran di ruang mesin lebih efisien karena penyemprotan bahan bakar yang lebih presisi. Kemudian ada yang disebut dengan after treatment, jadi gas buang dari ruang mesin di atur kembali.

Baca juga: SIM Hilang atau Rusak, Begini Cara Mengurusnya

“Ada dua komponen utama yakni DOC atau catalytic converter dan EGR (Exhaust Gas Recirculated). Jadi di EGR, sebagian gas buang disirkulasi kembali ke ruang bakar,” kata Tonton.

Ketiga komponen tadi merupakan yang utama supaya kendaraan bisa memenuhi standar emisi Euro 4. Namun ada juga pengaruh dari bahan bakar yang digunakan, mengingat pada akhirnya gas emisi yang dihitung adalah yang sudah keluar dari knalpot dan hasil pembakaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.