Efek Positif Insentif PPnBM buat Industri Komponen Otomotif Nasional

Kompas.com - 16/11/2021, 16:21 WIB
Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot NugrohoPekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Relaksasi pada instrumen Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP) untuk kendaraan bermotor di dalam negeri telah terbukti mampu menumbuhkan industri otomotif nasional.

Tidak hanya pada penjualan mobil yang meningkat sampai 68 persen dari tahun lalu, tetapi juga industri komponen. Mengingat, sedikitnya terdapat 319 perusahaan yang terlibat di tier 1 yang kemudian mengikat ribuan IKM.

"Pertumbuhan industri komponen berhasil naik 44 persen secara year-on-year (yoy) atau Januari-September 2021, dengan utilisasi rata-ratanya 70 persen," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam konferensi pers di GIIAS 2021, Selasa (16/11/2021).

Baca juga: Antrean Panjang di BMW Group Pavilion, Protokol Kesehatan Diperketat

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) melihat berbagai mobil baru yang diluncurkan pada pembukaan GAIKINDO Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (11/11).Humas Kemenperin Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) melihat berbagai mobil baru yang diluncurkan pada pembukaan GAIKINDO Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (11/11).

"Artinya, masih banyak ruang untuk tumbuh (produksi komponen). Dampak insentif PPnBM besar sekali," lanjut dia.

Hanya saja ia tidak belum menjelaskan secara rinci komponen apa yang mengalami kenaikan produksi berserta penurunannya ketika mengalami keterpurukkan dalam setahun belakangan imbas pandemi Covid-19.

Tapi pastinya, perkembangan pesat yang positif ini membuktikan bahwa industri otomotif mampu menjadi kontributor terbesar di antara sektor-sektor lain di industri manufaktur.

Adapun pertumbuhan paling tinggi terjadi pada industri alat angkutan yang menembus dua digit pada kuartal III/2021, sebesar 27,8 persen.

Sementara itu, penjualan mobil secara ritel selama periode Januari-September 2021 disebut telah mencapai angka yang memuaskan, hampir 50 persen dibanding tahun lalu yakni dari 470.000 unit menjadi sekitar 600.000 unit.

"Ini tentu sudah dan akan berdampak pada pemulihan sektor industri otomotif yang memiliki multiplier effect yang sangat luas bagi industri lain, sehingga akan menjangkar perekonomian nasional," lanjutnya.

Pada kesempatan sama, Agus juga kembali memaparkan atas kesiapan dan komitmen Indonesia dalam menyambut era elektrifikasi sebagaimana arahan tertuang dalam Perpres 55/2019.

Baca juga: Adu Desain All New Avanza dan Xpander Facelift, Pilih Mana?

Ilustrasi pabrik mobilwww.caradvice.com.au Ilustrasi pabrik mobil

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.