Ini Biaya Resmi Balik Nama Kendaraan Bermotor

Kompas.com - 11/10/2021, 09:32 WIB
Situasi Samsat Jakarta Pusat, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVASituasi Samsat Jakarta Pusat, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Membeli kendaraan dalam kondisi bekas memang masih menjadi pilihan sebagian orang. Ketika beli mobil atau motor bekas, kendaraan sudah siap dikendarai, tanpa harus menunggu pelat nomor datang.

Agar afdal, setelah membeli kendaraan seken pemilik langsung melakukan balik nama. Jadi nama pemilik kendaraan saat ini akan tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), bukan nama pemilik sebelumnya.

Jika sudah balik nama, urusan bayar pajak tahunan atau lima tahunan akan lebih mudah. Mengingat salah satu syarat dari bayar pajak tahunan adalah membawa KTP asli sesuai nama pemilik kendaraan yang tertera di STNK dan BPKB.

Baca juga: Toyota Siapkan SUV Mungil Aygo X, Meluncur November

Suasana pembayaran pajak di Samsat 1 Palembang, Sumatera Selatan, Senin (26/10/2020). Proses pemutihan pajak yang diberlakukan Gubernur Sumsel sejak dua bulan lalu dikeluhkan masyarakat karena banyaknya calo yang berkeliaran.KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Suasana pembayaran pajak di Samsat 1 Palembang, Sumatera Selatan, Senin (26/10/2020). Proses pemutihan pajak yang diberlakukan Gubernur Sumsel sejak dua bulan lalu dikeluhkan masyarakat karena banyaknya calo yang berkeliaran.

Kalau belum balik nama, setiap tahun pemilik harus meminjam KTP asli dari pemilik kendaraan sebelumnya. Tentu saja hal ini akan merepotkan, apalagi jika pemilik sebelumnya tinggal di kota yang berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu berapa biaya balik nama kendaraan?

Pada saat melakukan balik nama kendaraan bermotor, ada beberapa biaya yang harus dibayarkan. Di antaranya, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), biaya admisnistrasi dan penerbitan STNK, dan BPKB.

Penentuan BBNKB untuk kendaraan seken, sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta nomor 6 tahun 2019 tentang Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, biaya balik nama untuk kendaraan seken, yakni 1 persen dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).

Baca juga: Berapa Jarak yang Bisa Ditempuh Saat Indikator BBM E?

Kemudian, siapkan juga uang untuk Penerbitan STNK dan BPKB dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) baru. Tarifnya sudah diatur pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 76 tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yaitu:

1. Penerbitan STNK untuk kendaraan roda dua atau tiga seharga Rp 100.000 dan Rp 200.000 untuk kendaran roda empat atau lebih.

2. Penerbitan BPKB untuk kendaraan dua atau tiga seharga Rp 225.000 dan Rp 375.000 untuk kendaraan roda empat atau lebih.

3. Penerbitan Tanda Nomor Kendaraan (TNKB) untuk kendaraan dua atau tiga seharga Rp 60.000 dan Rp 100.000 untuk kendaraan roda empat atau lebih. TNKB baru diperlukan jika proses balik nama bersamaan dengan pajak lima tahunan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.