Sesekali Mobil Dipakai Ngebut untuk Jaga Performa Mesin

Kompas.com - 15/09/2021, 09:12 WIB
Nissan Magnite jadi model terbaru SUV di Indonesia. Pengujian berkendara harian dilakukan Kompas.com selama beberapa waktu. KOMPAS.COM/STANLY RAVELNissan Magnite jadi model terbaru SUV di Indonesia. Pengujian berkendara harian dilakukan Kompas.com selama beberapa waktu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kegiatan yang kerap dilakukan oleh pemilik kendaraan adalah memanaskan mobil. Kegiatan ini dinilai bisa menjaga performa mesin tetap prima.

Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun rasanya kurang tepat. Pasalnya, untuk menjaga performa kendaraan tidak hanya dilakukan dengan cara memanaskan mesin.

Terutama jika melihat kondisi jalan Ibu Kota yang kerap macet dan mobil hanya dijalankan pada rpm rendah. Kondisi ini bisa menyebabkan penumpukan karbon di ruang pembakaran mesin yang membuat tarikan mobil berat.

Baca juga: Sangat Mudah, Begini Tips Merawat Brake Lock pada Skutik

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, kendaraan yang menggunakan busi biasa cenderung akan menghasilkan endapan karbon di bagian ujung elektroda.

Ilustrasi memasang busi mobilhttps://www.autozone.com/ Ilustrasi memasang busi mobil

Tumpukan tersebut tidak akan bisa dibersihkan hanya dengan memanaskan kendaraan atau dijalankan pada rpm rendah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sebab, panas yang dihasilkan saat memanaskan mobil berbeda dengan panas yang dihasilkan saat mobil diajak ngebut,” ujar Didi saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Berhenti di Lampu Merah, Pengendara Motor Harus Tetap Waspada

Didi melanjutkan, pemilik kendaraan sesekali bisa memacu mobinya dalam kecepatan tinggi guna menghindari tarikan mobil berat. Namun, perlu diingat kecepatan harus di bawah ambang batas aman (red line), maksimal kecepatan 100 km per jam (kpj).

“Cara sederhana ini bisa menghilangkan dan membakar karbon yang menumpuk pada kendaraan. Jadi pemilik mobil tidak perlu tune-up karena biayanya cukup mahal,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.