Jembatan Timbang Mulai Produktif Awasi Peredaran Truk ODOL

Kompas.com - 07/06/2021, 10:21 WIB
Menhub mininjau Jembatan Timbang di Losarang, Kabupaten Indramayu. KEMENHUBMenhub mininjau Jembatan Timbang di Losarang, Kabupaten Indramayu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, mengapresiasi peningkatan produktivitas pemeriksaan angkutan barang yang dilakukan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Jembatan Timbang.

Budi mencontohkan lima jembatan timbang yang berada di bawah Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kemenhub Wilayah IX Provinsi Jawa Barat, yakni Balonggandu, Losarang, Kemang, Gentong, dan Tomo.

Menurut Budi, sepanjang Januari-April 2021, kelima jembatan tersebut telah berhasil memeriksa 54.992 kendaraan, dengan tingkat pelanggaran 38 persen, atau 20.620 kendaraan.

Baca juga: Berantas ODOL, Kemenhub Intip Sanksi Tegas dari Negara Lain

Jumlah tersebut meningkat dibanding pencapaian sepanjang 12 bulan di 2020 yang hanya 63.776 kendaraan, dengan pelanggaran 36.208 kendaraan atau 57 persen.

Menhub mininjau Jembatan Timbang di Losarang, Kabupaten Indramayu.KEMENHUB Menhub mininjau Jembatan Timbang di Losarang, Kabupaten Indramayu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tahun lalu diperiksa 60 ribu kendaraan. Tahun ini dalam waktu empat bulan sudah diperiksa 50 ribu kendaraan, di akhir tahun bisa mencapai 150 ribu kendaraan yang diperiksa, dan ada kenaikan dua kali lipat. Artinya rekan-rekan telah bekerja lebih produktif," kata Budi dalam keterangan resmi usai minjau Jembatan Timbang di Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu (6/6/2021).

Jembatan timbang menurut Budi, salah satu fungsi kontrol pergerakan logistik. Sehingga, pergerakan barang dari satu tempat ke tempat lain, dapat berjalan dengan selamat dan aman.

Bila suatu kendaraan dari sisi besaran muatannya sesuai, kemungkinan besar akan selamat. Namun sebaliknya, bila muatan lebih, maka tingkat keselamatannya tidak terjamin.

Lebih lanjut Budi berharap, para pelaku usaha logistik semakin sadar untuk tidak menggunakan kendaraan over dimension dan over load (ODOL). Kesadaran yang meningkat akan menurunkan jumlah pelanggaran kendaraan ODOL.

Baca juga: Negara Rugi Rp 43 Triliun, Kemenhub Terus Berantas Truk ODOL

"Kami memang menegakkan hukum secara intensif. Hanya saja, kami lebih mengutamakan pendekatan persuasif. Kami mengharapkan kesadaran semua pengusaha logistik untuk mengikuti regulasi sesuai berat dan besaran muatan yang ditentukan," ucap Budi.

Menhub mininjau Jembatan Timbang di Losarang, Kabupaten Indramayu.KEMENHUB Menhub mininjau Jembatan Timbang di Losarang, Kabupaten Indramayu.

"Apabila semua taat, maka tidak perlu kita melakukan transfer muatan, melakukan tilang, bahkan melakukan kegiatan yang lebih dari itu," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.