Pentingnya Sabuk Pengaman buat Penumpang Bus

Kompas.com - 12/03/2021, 18:01 WIB
Kecelakaan Bus Pariwisata di Sumedang, Jawa Barat KEMENTERIAN PERHUBUNGANKecelakaan Bus Pariwisata di Sumedang, Jawa Barat

JAKARTA, KOMPAS.com – Kecelakaan bus terperosok ke jurang baru saja terjadi di Tanjakan Cae, Kabupaten Sumedang, Rabu (10/3/2021). Terdapat 29 korban meninggal dunia dari total 66 penumpang yang naik bus tersebut.

Korban meninggal dari kecelakaan ini dikatakan kalau ada yang terjepit di dalam kabin bus maupun terlempar keluar kabin.

Dengan begitu, keamanan dari bus ini pun dipertanyakan, padahal seharusnya setiap kursi bus saat ini wajib menggunakan sabuk pengaman minimal dua titik.

Jika penumpang menggunakan sabuk pengaman, risiko cedera ketika bus kecelakaan setidaknya bisa dikurangi. Namun soal sabuk pengaman bagi penumpang bus ini nampaknya masih tidak dianggap hal yang serius.

Baca juga: Tak Perlu Ribet, Begini Cara Daftar SIM secara Online

Sabuk pengaman dua titik di bushaltebus.com Sabuk pengaman dua titik di bus

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, mengingatkan penumpang bus untuk memakai sabuk pengaman ketika naik bus masih sulit dilakukan.

“Susah (mengingatkan penumpang memakai sabuk pengaman), harus melakukan safety induction kayak di pesawat,” ucap Sony kepada Kompas.com, Jumat (12/3/2021).

Tidak cuma di bus pariwisata, penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) pun masih jarang yang menggunakan sabuk pengaman ketika naik bus. Padahal saat naik bus AKAP melewati perjalanan yang panjang dan melewati medan yang beragam.

Baca juga: Konsumen Masih Bisa Pesan Nmax Model Lama

Kurnia Lesani Adnan, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dan Direktur Utama PO SAN mengatakan, kru bus selalu mengingatkan penumpang untuk memakai sabuk pengaman ketika dalam perjalanan.

“Tentunya ini menjadi tantangan untuk ke depannya untuk menyosialisasikan pemakaian sabuk pengaman. Bahkan mirisnya, masih ada sopir yang hanya memakai sabuk ketika di perkotaan saja,” kata pria yang akrab disapa Sani kepada Kompas.com.

Kemudian ketika sudah di luar perkotaan dan melewati jalanan berkelok khas Lintas Sumatera, pengemudi melepas sabuknya agar tidak kagok saat manuver. Kemudian Sani juga menyarankan agar pemerintah menjadikan sabuk pengaman sebagai syarat utama pada uji KIR.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X