Pahami Lagi Pentingnya Aktifkan Rem Tangan Saat Parkir

Kompas.com - 10/12/2020, 16:21 WIB
Kasus mobil mundur saat sedang parkir instagram.com/dashcamindonesiaKasus mobil mundur saat sedang parkir

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik kendaraan roda empat memiliki kebiasaan yang berbeda saat memarkirkan kendaraannya agar tetap diam saat berada di parkiran.

Ada yang konsisten menggunakan rem tangan untuk menahan mobil agar tidak bergerak, tetapi ada juga yang memasukan gigi perseneling.

Seperti contoh video yang terekam di CCTV dan viral di media sosial baru-baru ini. Dalam video tersebut memperlihatkan detik-detik seorang anak yang melompat keluar mobil dan berusaha menahan laju kendaraannya yang mundur ke arah jalan raya.

Baca juga: Jangan Asal Modifikasi Kalau Tak Mau Garansi Gugur

Kejadian tersebut sudah sepatutnya dijadikan pelajaran, sebab sangat berbahaya bagi pengguna jalan lain yang berada di sekitar.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

Terkait hal ini, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna menyarankan, selama parkir pemilik mobil harus mengaktifkan handbrake atau rem tangan, agar mobil lebih aman dan tidak bergerak karena ditahan oleh rem tangan tersebut.

“Banyak masyarakat yang enggan untuk menggunakan rem tangan saat berhenti lantaran mereka takut akan berpengaruh atau merusak komponen rem tangan. Kalau terlalu lama memang bisa menyebabkan macet, tetapi kalau tidak terlalu lama tidak menjadi masalah,” ujar Suparna saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Honda Ajukan Paten Motor yang Bisa Dikendalikan Pikiran

Dirinya juga menyarankan agar pemilik kendaraan menghindari memasukkan gigi perseneling saat mobil terparkir.

Meski ada sebagian pemilik kendaraan percaya dengan menggunakan gigi transmisi untuk menahan gerak mobil bisa memperpanjang usia komponen. Hal itu nyatanya cukup berbahaya untuk dilakukan.

Pasalnya, kadang pengguna kendaraan tidak teliti melakukan persiapan sebelum menyalakan mesin. Saat distater, mobil bisa tiba-tiba loncat dan bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.

“Kecuali kalau mobilnya matik memang prosedurnya berbeda, kalau matik posisinya kan harus pada P. Kalau mobil manual tidak disarankan jika melihat perilaku pengemudi di Indonesia,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X