Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengemudi Berpengalaman Lebih Rentan Terlibat Kecelakaan Fatal?

Kompas.com - 05/10/2020, 09:02 WIB
Aprida Mega Nanda,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada anggapan kalau pengemudi pemula dinilai menyumbang volume kecelakaan mobil paling banyak. Namun, untuk kasus kecelakaan fatal atau berat, justru melibatkan lebih banyak pengemudi yang sudah berpengalaman.

Seperti yang diungkapkan oleh Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, menurutnya kecelakaan fatal tidak terjadi pada pengemudi yang baru bisa bawa mobil.       

Baca juga: Cara Mudah Bersihkan Kamera Belakang dan Sensor Parkir Mobil             

“Mayoritas kecelakaan fatal terjadi pada pengemudi berpengalaman. Mengapa? karena itulah manusia, mereka yang berpengalaman terlalu percaya diri, mudah menyepelekan aturan, mengemudi dengan kecepatan tinggi dan melakukan pelanggaran lalu lintas,” ujar Jusri saat dihubungi Kompas.com.

Berdasarkan Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkatan Jalan (LLAJ) yang dimaksud kecelakaan fatal dan berat ialah kondisi yang mengakibatkan korban meninggal atau dirawat dalam jangka waktu 30 hari sejak terjadinya insiden.

Meski tidak disampaikan data dengan detail, tapi kata Jusri, kecelakaan yang kerap terjadi pada pengemudi pemula pada dasarnya adalah insiden kecil. Catatan Jusri, ada dua kesalahan yang paling banyak dilakukan pengemudi pemula.

“Berdasarkan data statistik dari perusahaan asuransi di Australia, AS dan juga Eropa, jenis kecelakaan yang paling banyak terjadi pada pengemudi pemula yaitu menyerempet saat mundur dan belok,” kata Jusri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
betul juga sih,, yg pengalaman tingkat tinggi bnyk ziczac ditol diluar ngebutnya... ngikutin adegan film kejar kejaran..


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tarif Impor Donald Trump Berisiko Bikin Rupiah Melemah, Ini Kata Ekonom INDEF
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau