Ingin Melibas Tanjakan Dengan Mulus, Matikan AC

Kompas.com - 13/07/2020, 19:41 WIB
Wuling Almaz tak ragu melibas ragam tanjakan di Geopark Ciletuh, Sukabumi wuling motorsWuling Almaz tak ragu melibas ragam tanjakan di Geopark Ciletuh, Sukabumi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah ruas jalan di Indonesia memiliki kondisi yang berbeda-beda, khususnya di daerah pegunungan yang kondisi jalannya memiliki turunan dan tanjakan yang curam.

Tidak sedikit kasus kendaraan yang tiba-tiba mesinnya mati saat melintasi jalan menanjak.

Ada anggapan yang mengatakan salah satu cara jitu agar mobil mampu menanjak dengan mulus yaitu dengan mematikan air conditioner atau AC

Terkait hal ini, Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriadi, mengatakan, mematikan AC saat berkendara memang bisa mempengaruhi perfoma mesin.

"Pasalnya, kompresor AC digerakan oleh belt dan berputar mengikuti putaran mesin. Sehingga ketika kompresor AC mati, otomatis beban mesinnya juga akan berkurang,” ujar Bambang.

Baca juga: Kaca Spion Elektrik Memang Nyaman, Tapi Ada Kelemahan

Dealer Technical Support Dept. Head PT TAM, Didi Ahadi, juga membenarkan hal tersebut.

“Terutama mobil dengan mesin kapasitas yang kecil seperti LCGC, karena kompresor AC itu mempengaruhi performa mesin,” ujar Didi ketika dihubungi Kompas.com, Senin (13/7/2020).

ac mobilKompas.com/Fathan Radityasani ac mobil

Baca juga: Mitos atau Fakta, Power Steering Hidrolik Lebih Tahan Banjir?

Tidak hanya itu saja, menurut Didi sebenarnya hal yang paling dibutuhkan saat melewati tanjakan yang curam adalah kemampuan si pengemudi dalam mengendarai mobilnya.

“Misal saat tanjakan, jalanan macet, maka pengemudi harus punya skill start and go terutama untuk mobil manual. Karena jika tidak dikhawatirkan mobil akan mundur,” katanya.

Didi melanjutkan, mobil bertransmisi manual lebih membutuhkan keterampilan mengemudi yang baik, berbeda dengan mobil transmisi otomatis.

“Kondisi jalan menanjak akan lebih mudah dilewati mobil transmisi otomatis, karena tinggal mengoper tuas ke gigi yang paling rendah kemudian injak pedal gas. Berbeda dengan mobil bertransmisi manual, lebih sulit pengoprasiannya karena harus menyeimbangkan antara pedal kopling dan gas,” ucapnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X