Lebaran, Jalan Macet, Begini supaya Enggak Cepat Capai Naik Motor

Kompas.com - 24/05/2020, 08:02 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (15/5/2020). Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyatakan dalam beberapa hari terakhir mulai terjadi peningkatan volume kendaraan yang diduga karena banyak perkantoran yang sudah tidak menerapkan work from home (WFH). ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYSejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (15/5/2020). Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyatakan dalam beberapa hari terakhir mulai terjadi peningkatan volume kendaraan yang diduga karena banyak perkantoran yang sudah tidak menerapkan work from home (WFH).

JAKARTA, KOMPAS.com – Meskipun masih dalam pandemi dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih diberlakukan, jalanan di Ibu Kota mulai padat. Pada Lebaran, jalan macet kemungkinan besar akan dihadapi para pengguna jalan, salah satunya pengendara sepeda motor.

Kendaraan roda dua sudah menjadi alat transportasi utama di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya. Mengendarai motor dinilai sangat cepat dan bisa melewati macet dengan mudah.

Alasan ini yang membuat pengendara sepeda motor antarkota semakin menjamur. Alhasil, kemacetan pun tetap terjadi. Demi keselamatan dan kenyamanan, pengendara motor sebaiknya tidak mudah lelah alias capai walaupun kondisi jalan yang macet parah.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Dorong Mobil Transmisi Matik Bisa Rusak Transmisi?

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (15/5/2020). Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyatakan dalam beberapa hari terakhir mulai terjadi peningkatan volume kendaraan yang diduga karena banyak perkantoran yang sudah tidak menerapkan work from home (WFH).ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (15/5/2020). Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyatakan dalam beberapa hari terakhir mulai terjadi peningkatan volume kendaraan yang diduga karena banyak perkantoran yang sudah tidak menerapkan work from home (WFH).

Kepala instruktur safety riding Wahana Makmur Sejati (WMS) Agus Sani memberikan tips agar pengendara motor tidak mudah lelah ketika berkendara di kemacetan.

Tips pertama yaitu dengan melakukan pemanasan sebelum mengendarai motor. Melakukan pemanasan dapat melancarkan aliran oksigen ke otak sehingga tidak mengantuk dan lebih konsentrasi ketika mengendarai motor.

“Lakukan pemanasan ringan untuk melancarkan aliran darah sehingga suplai oksigen ke otak menjadi maksimal,” ucap Agus kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Polisi Tak Larang Mudik Lokal, asal Tidak ke Luar Jabodetabek

Selanjutnya yaitu dengan memastikan tujuh poin postur tubuh yang nyaman saat berkendara.

Postur tubuh yang dimaksud adalah mata, pundak, siku tangan, tangan, pinggul, lutut, dan kaki. Posisi yang nyaman ketika berkendara akan mengurangi rasa lelah ketika terjebak di kemacetan.

“Dengan memperhatikan tujuh poin berkendara tersebut maka kita akan lebih nyaman dan tidak mudah lelah,” ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X