Kompas.com - 08/02/2020, 08:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengemudi kendaraan seperti mobil atau motor sepertinya sudah menjadi aktivitas sehari-hari. Terutama bagi masyarakat perkotaan yang lebih banyak memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding alat transportasi umum.

Mempunyai mobil yang irit bahan bakar pastinya menjadi dambaan setiap pengemudi. Suplai bahan bakar yang efisien tentu menjadikan biaya oprasional harian bisa lebih hemat.

Walaupun banyak pabrikan yang menawarkan mobil irit bahan bakar, pada kenyataannya banyak konsumen yang mengeluh tetap boros. Pasalnya faktor efisiensi bahan bakar bukan mutlak hanya karena faktor teknologi mobil, tetapi juga teknik berkendara si pengemudi.

Baca juga: Begini Cara Bikin Harga Mobil Bekas Banjir Tetap Tinggi

Suasana mengemudi Daihatsu Copen.Febri Ardani/KompasOtomotif Suasana mengemudi Daihatsu Copen.

“Jangan agresif dalam mengemudi, artinya dalam kondisi macet tidak usah salip-salip," kata Anjar Rosjadi selaku Technical Service Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (07/02/2020).

Selain itu, salah satu teknik yang biasa diterapkan adalah menjaga putaran mesin atau pijakan pedal gas, menggunakan ukuran takometer. "Usahakan selama perjalanan menjaga putaran mesin di 2.500 rpm. Kemudian, sesuaikan juga kecepatan mobil dengan posisi transmisi," kata Anjar.

Fitur kenyamanan seperti sistem penyejuk ruangan, alias Air Conditioner (AC) pada mobil, ternyata juga berpengaruh terhadap bahan bakar.

Baca juga: Ini Fungsi Vital Sandaran Kepala pada Jok Mobil

Fitur baru Eco Mode dan Power Mode pada All-New Innova.Febri Ardani/KompasOtomotif Fitur baru Eco Mode dan Power Mode pada All-New Innova.

“Ketika memasang AC sebaiknya suhunya jangan sampai full, disesuaikan saja dengan kebutuhan, yang penting tetap nyaman,” ujarnya.

Anjar menjelaskan, rata-rata mobil keluaran terbaru di pasar, juga sudah dilengkapi dengan fitur eco mode atau indikator eco driving. Fumgsi fitur ini adalah menjaga putaran mesin agar tetap terjaga rendah.

"Sedangkan Eco Driving, bisa jadi acuan jika menyala, maka cara mengemudi kita sudah hemat bahan bakar. Kalau padam, berarti kita salah dan mengemudi normal atau boros," kata Anjar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.