Dampak Mobil yang Isi Bensin Tidak Sesuai Kompresi Mesin

Kompas.com - 01/02/2020, 11:22 WIB
Seorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU  34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018). KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSeorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU 34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak semua mobil memiliki kompresi mesin yang sama. Untuk itu, bahan bakar atau bensin yang diperlukan juga berbeda-beda. Jangan sampai salah mengisi bensin yang tidak sesuai dengan kebutuhan mesin mobil.

Jika hal tersebut sampai terjadi dan dibiarkan terus menerus, akan berpengaruh pada keawetan dan juga performa mesin. Setiap mesin yang memiliki rasio kompresi tertentu, disarankan untuk menggunakan bensin dengan nilai oktan yang sesuai.

Baca juga: Menelaah Kebiasaan Menggoyangkan Mobil Saat Isi Bensin

Didi Ahadi, Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan, kendaraan yang tidak mengikuti anjuran pabrikan untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan tertentu akan menimbulkan dampak buruk pada mesin.

Petugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Petugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas.

"Adanya penimbunan kerak karbon di ruang bakar, karena tidak terbakar dengan sempurna. Sehingga mengakibatkan mesin mengelitik," ujar Didi, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Didi menambahkan, tenaga yang dihasilkan oleh mesin juga dapat berkurang, karena terjadi penumpukan karbon di ruang bakar. Selain itu, bisa juga membuat injector menjadi tersumbat dan masalah-masalah lainnya.

Baca juga: Beli Bensin Murah Berdampak pada Mobil Lansiran Baru

Mobil yang menggunakan bensin dengan nilai oktan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi sangat tidak dianjurkan, karena dapat memberikan efek negatif pada mesin. Untuk itu, perlu kesadaran dari pemilik kendaraan untuk mengetahui sedikit mengenai spesifikasi mobil yang dikendarainya.

Nilai Oktan / RON - Rasio Kompresi Ideal Penggunaan:
RON 88 - 7-9 : 1
RON 90 - 9-10 : 1
RON 92 - 10-11 : 1
RON 95 - 11-12 : 1

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X