Beli Bensin Murah Berdampak pada Mobil Lansiran Baru

Kompas.com - 14/01/2020, 07:22 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina. 
KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi SPBU Pertamina.

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengonsumsi bensin murah berkorelasi dengan BBM oktan rendah, biasa jadi pilihan mengingat harga per liter yang lebih terjangkau. Namun, membeli bensin murah buat mobil-mobil lansiran baru, ternyata berdampak buruk.

Anjar Rosjadi, Technical Service Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor, mengatakan penggunaan BBM oktan rendah seperti Premium dalam jangka panjang dapat membuat kinerja mesin menurun.

Sebaliknya, penggunaan BBM oktan tinggi memiliki dampak baik bagi mobil keluaran baru. Efek yang bisa dirasakan langsung mulai dari performa mesin yang meningkat, hingga konsumsi BBM yang lebih irit.

Baca juga: Kenapa Posisi Tutup Tangki BBM Tiap Mobil Tidak Sama, Kiri dan Kanan?

Kapasitas tangki BBM tiap mobil berbeda-bedadrivespark.com Kapasitas tangki BBM tiap mobil berbeda-beda

“Kalau pakai Premium, secara jangka pendek tidak ada efeknya. Tapi secara jangka panjang ada impaknya. Kerak pada ruang bakar yang menumpuk, otomatis membuat performa mesin tidak bisa maksimal,” ujarnya kepada Kompas.com (13/1/2020).

“Selain itu bagi yang telaten dengan mobilnya, pasti bisa merasakan kalau menggunakan BBM RON 88 itu kurang enak, secara respons lebih lambat. Kasarnya, tarikan lebih enteng saat pakai BBM RON 92,” kata Anjar.

Sementara itu, Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi, mengatakan, jika saat ini sejumlah mobil baru harusnya sudah menggunakan BBM dengan oktan 92.

Baca juga: Efek Langsung Pakai BBM Oktan Tinggi Buat Mobil Keluaran Baru

Ilustrasi tol dalam kota.KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COM Ilustrasi tol dalam kota.

“LCGC saja disarankan menggunakan RON 92. Namun memang banyak yang menggunakan bensin di bawah standar yang disyaratkan pabrikan,” ucapnya.

Menurut Didi, dampak penggunaan BBM seperti Premium dan sekelasnya dapat membuat mobil mengalami gejala knocking atau istilahnya ngelitik.

“Paling mudah dirasakan pada mobil transmisi manual, saat pedal gas mulai diinjak, respons mesin terasa agak lambat dan timbul gejala aneh seperti tersendat. Selain itu pembakaran yang tidak sempurna juga membuat emisi gas buang jadi lebih buruk,” kata Didi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X