Kompas.com - 11/01/2020, 16:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggunakan sepeda motor custom kesayangannya, yang beraliran chopper bobber ke perbatasan RI-Malaysia.

Tak sedikit warga net yang mengkritik penggunaan motor seperti itu ke daerah non aspal alias off-road.

Andi Akbar, selaku builder dari Katros Garage yang membangun motor tersebut mengatakan, kalau bicara tentang motor custom, sebenarnya tergantung dari selera si pemilik. Tidak ada yang bisa menyalahkan jika keinginan  Jokowi lebih kepada motor beraliran chopper.

Baca juga: Gemar Bermotor, Jokowi Bisa Jadi Contoh Safety Riding Bikers Indonesia

"Sebenarnya, kalau bicara tentang motor custom kan motor yang menggambarkan atau sesuai dengan karakter pemilik. Nah, kalau misalkan Jokowi taste atau seleranya lebih senang ke chopper, ya tidak ada yang salah juga," ujar pria yang akrab disapa Atenx tersebut, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Presiden Joko Widodo kembali menunggangi motor Kawasaki w175 miliknya yang berwarna hijau. Kali ini, Jokowi melakukan touring singkat di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/10/2018). KOMPAS.com/Ihsanuddin Presiden Joko Widodo kembali menunggangi motor Kawasaki w175 miliknya yang berwarna hijau. Kali ini, Jokowi melakukan touring singkat di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/10/2018).

Atenx menambahkan, memang saat kunjungan kerja Jokowi beberapa waktu lalu dilihat dari medannya yang tanah seperti itu, kurang cocok untuk motor sasis rigid.

Apabila menyesuaikan dengan lingkungan yang seperti itu, terlepas Jokowi suka aliran apa, menurut Atenx yang cocok adalah scrambler.

"Kalau untuk bangun motor scrambler buat Pak Jokowi, mungkin saya akan pakai yang basis mesinnya 250 cc. Sebab, Pak Jokowi kan tinggi badannya, nanti kalau pakai yang 175 cc jadi terlihat kecil motornya," kata Atenx.

Baca juga: Jokowi Bisa Meningkatkan Lagi Safety Riding Saat Blusukan

Menurutnya, pakai motor yang di bawah 250 cc, seperti 200 cc atau 225 cc, itu juga masih cocok. Asal jangan yang kapasitas mesinnya atau dimensinya kecil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.