Blokir Identitas pada STNK yang Mati 2 Tahun Berlaku 2020

Kompas.com - 30/12/2019, 13:00 WIB
Letak Pajak Progresif di STNK KOMPAS.com / Aditya MaulanaLetak Pajak Progresif di STNK
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepolisian bakal memblokir identitas pada Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK) yang tidak membayar pajak selama dua tahun berturut-turut, terhitung dari habis masa berlaku STNK, yakni setiap lima tahun.

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin, mengatakan rencananya program itu akan mulai dilakukan pada 2020 mendatang.

“Rencananya ada razia gabungan tahun depan, kalau menunggak pajak kendaraan selama dua tahun, maka sesuai aturan datanya akan dihapus,” ujarnya kepada Kompas.com (30/12/2019).

Baca juga: Hari Ini Terakhir Diskon Bayar Denda Pajak Kendaraan

Kantor Samsat Jakarta Barat di Jalan Daan Mogot KM 13, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (27/7/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Kantor Samsat Jakarta Barat di Jalan Daan Mogot KM 13, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (27/7/2017).

Sementara itu, Direktur Registrasi Identifikasi (Regident) Korlantas Polri Brigjen Pol Halim Pagarra, menyebutkan bahwa realisasi soal kebijakan itu masih disiapkan.

Salah satunya dengan mengumpulkan data kendaraan bermotor dari seluruh wilayah di Indonesia.

“Nanti tinggal menunggu keputusan dari Kapolri seperti apa, peraturan ini akan berlaku secara nasional,” katanya.

Menurut Halim, secara aturan sebetulnya kebijakan ini sudah jelas. Karena telah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 74 dan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 Pasal 110.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X