Jokowi Resmikan Solar B30, Tahun Depan Berlanjut ke B40

Kompas.com - 23/12/2019, 16:33 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan implementasi program Biodiesel 30 persen (B30). Peresmian dilakukan di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo meresmikan implementasi program Biodiesel 30 persen (B30). Peresmian dilakukan di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) akhirnya meresmikan program Biodiesel 30 persen atau B30 di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019). Peresmian ini maju dari rencana awal yang dijadwalkan pada Januari 2020 mendatang.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan bila uji coba B30 sudah dilakukan sejak November 2019 lalu. Dengan adanya peluncuran B30, Jokowi mengungkapkan bisa mengemat devisa negara hingga triliunan rupiah.

"Percobaan B30 sudah berjalan dari November, dan hari ini kita sampaikan B30 sudah kita luncurkan. Dan yang paling saya senang ini bisa mengemat devisa hinga Rp 63 triliun," ucap Jokowi di Jakarta, Senin (23/12/2019).

Baca juga: Klaim Keunggulan Solar B30 Lebih Ramah Lingkungan

Tak hanya itu, Jokowi juga mengungkapkan bila campuran soal dengan minyak sawit ini akan berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Secara target, pada 2020 mendatang akan diteruskan dengan B40, lalu pada 2021 bersambung hingga B50.

Uji coba B30 Pertamina Uji coba B30 Pertamina

Jokowi menyampaikan adanya program berkelanjutan tersebut tak lain sebagai wujud upaya penghematan devisa dengan langkah memperbanyak subtisusi produk-produk impor.

"Tahun depan masuk ke B40, lalu 201 masuk ke B50. Saya kira tak perlu terlalu jauh targetnya langsung ke B100, bila step-step itu bisa dilakukan, maka devisa akan makin besar diperoleh. Bila sekarang Rp 63 triliun, nanti kalau sudah B40 dan B50 akan makin besar lagi," ucap Jokowi.

Penerapan B30 menurut Jokowi juga memiliki tiga alasan kuat. Pertama untuk mencari sumber-sumber energi terbarukan pengganti fosil yang juga sekaligus mewujudkan komitmen bangsa untuk menggunakan energi bersih untuk menurunkan emisi gas karbon.

Baca juga: Program B30 Dimulai Tahun Depan

DFSK Super Cab ikut dalam uji coba bahan bakar BBM Solar B30DFSK DFSK Super Cab ikut dalam uji coba bahan bakar BBM Solar B30

Alasan kedua untuk melepas impor bahan bakar minyak (BBM) terutama solar yang cukup tinggi. Menurut Jokowi, Indonesia merupakan negara penghasil sawit terbesar, karena itu secara potensinya memiliki banyak sumber bahan bakar nabati yang bisa dijadikan pengganti solar.

"Ketiga penerapan B30 akan menciptakan CPO domestik yang sangat besar dan menimbulkan multiplayer effec terhadap 16,5 juta petani sawit. Ini artinya program B30 akan berdampak pada perkebunan sawit baik yang kecil dan menegah termasuk para pekerjanya," ujar Jokowi.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X