Begini Cara Kerja Yamaha Niken saat Menikung Maksimal

Kompas.com - 23/12/2019, 10:42 WIB
Yamaha Niken IMOS 2018 Yamaha Niken IMOS 2018
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Yamaha Niken merupakan salah satu motor yang cukup menyedot perhatian. Sebab jika biasanya motor sejenis berbasis skuter, maka Niken ialah motor sport tulen hasil gubahan dari MT-9.

Satu yang paling menarik dari Niken tentu karena punya dua roda di depan. Tapi bukan cuma itu, istimewanya ialah kemampuannya untuk bisa menikung sempurna layaknya motor dua roda konvensional.

Yamaha menyebutnya Leaning Multi Wheeler (LMW) yang dipakai untuk semua model roda tiga Yamaha. Namun teknologi yang dipakai di Niken sendiri ialah Ackermann steering geometry dan parallelogram offset.

Baca juga: Ini Niken, Moge Roda Tiga dari Yamaha

Ackermann steering geometry sebetulnya bukan teknologi baru, tapi baru diterapkan di motor. Teknologi ini sudah lama dipakai kereta kuda dan mobil, mengandalkan linkage geometrik yang terdiri dari tie rod dan ball joint.

Yamaha Niken Yamaha Niken Yamaha Niken

Ackermann steering geometry akan membuat roda sisi dalam membentuk sudut belok yang sama dengan roda sisi luarnya meski radiusnya berbeda.

Mudahnya yaitu supaya roda depan bisa tetap sejajar pada saat belok. Sebab jika tidak, misalkan motor belok ke kiri maka sudut roda depan bagian kanan akan melebar ke arah kanan.

Yamaha Niken KOMPAS.com/Gilang Yamaha Niken

Bedanya dengan sistem kerja mobil, letak pivot point Niken berada di atas. Karena itu Yamaha membuatkan semacam garpu lain yang disebut parallelogram link agar saat menikung miring lebih natural.

Baca juga: Ini Dia Tampang Yamaha Tricity 300, Meluncur di Tokyo Motor Show 2019

Paralleogram link ialah konstruksi empat persegi dengan masing-masing sudut memiliki engsel atau joint sendiri. Tujuannya supaya saat motor menikung, posisi garpu baik kiri dan kanan memiliki sudut kemiringan yang sama.

Yamaha Niken KOMPAS.com/Gilang Yamaha Niken

Konstruksi paralleogram bisa ditemukan di Peugeot Metropolis, Piaggio MP3 dan Yamaha Tricity. Bedanya paralleogram link pada Niken, engsel lengan bagian bawah dibuat offset terhadap lengan atasnya.

Dengan paduan Ackermann steering geometry dan parallelogram link offset terebut hasilnya Niken mampu menikung sampai kemiringan 45 derajat dan bisa berbelok layaknya motor dua roda.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X