Pemerintah Sentil Produsen Motor yang Masih Impor

Kompas.com - 29/11/2019, 15:36 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjugi booth Honda di IIMS Motobike Expo 2019 Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjugi booth Honda di IIMS Motobike Expo 2019
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita kembali mengingatkan seluruh produsen otomotif roda dua di Indonesia, agar memperhatikan jalan bisnisnya supaya terus tumbuh berkesinambungan.

Melalui berbagai dukungan kebijakan fiskal maupun nonfiskal yang akan diterapkan beberapa tahun mendatang, produsen terkait yang melakukan kegiatan produksi dan pengembangan di Tanah Air akan mendapat keuntungan lebih.

Satu di antaranya ialah super deductible tax sampai 300 persen sebagaimana tertuang pada PMK Nomor 35 tahun 2018.

"Bagi industri yang melakukan aktivitas research, development, and design (RD&D) akan dapat deductible tax sampai 300 persen. Ini sangat menguntungkan saya rasa, terlebih potensi pasar Indonesia begitu besar," kata Agus di pembukaan pameran IIMS Motobike Expo 2019, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Baca juga: Pasar Motor di Indonesia Masih Bisa Tumbuh

"Jadi untuk teman-teman yang masih membawa produknya secara impor, saya rasa ini momentum yang tepat untuk lakukan investasi di Indonesia," ujarnya lagi.

Kemudian, berdasarkan peta jalan Kementerian Perindustrian sepeda motor listrik juga ditekadkan harus memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 60 persen di 2025.

"Saat ini industri motor nasional berkembang sangat baik dan mampu memberikan kontribusi bagi ekonomi melalui ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja. Sejak 2010, rata-rata pertumbuhan motor mencapai 6,5 juta unit per tahun," ujarnya.

"Kini, TKDN motor sudah di atas 90 persen sementara di 2025, diharapkan meningkat bersamaan dengan motor listrik. Melalui peningkatan SDM dan industri berserta penguasaan riset target local contain motor listrik di tahun tersebut ialah 60 persen," kata dia.

Adapun target Kemenperin untuk industri roda dua pada 2025, ialah mencapai 10 juta per tahun. Dengan rincian 1 juta unit untuk pasar ekspor dan 20 persennya, atau sekitar 2 juta unit ialah motor listrik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X