5 Tahun Lagi Toyota Indonesia Produksi Mobil Listrik

Kompas.com - 21/11/2019, 16:32 WIB
Perjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019. CUTENKPerjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berencana akan memproduksi kendaraan listrik berbasis baterai dalam lima tahun mendatang.

Dikatakan Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjahjono, rencana tersebut merupakan lanjutan dari ekspansi Toyota Group ke Indonesia dengan penambahan investasi sebesar Rp 28,3 triliun, yang akan direalisasikan pada 2019 - 2023.

"Investasi itu untuk pengembangan Toyota, Daihatsu, dan Hino di Indonesia. Saya belum bisa mengatakan secara detail, namun di dalamnya sudah termasuk elektrifikasi," kata Warih saat ditemui Kompas.com di acara diskusi Kompas100 CEO Lunch Discussion, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Baca juga: Toyota Sebut Bakal Ada Mobil Hybrid Produksi Lokal

Teknologi mesin hybrid ToyotaOtomania/Setyo Adi Teknologi mesin hybrid Toyota

Meski tidak dikatakan secara detail, Warih mengaku bahwa untuk produksi mobil listrik membutuhkan persiapan besar, terutama menyangkut perubahan lini produksi karena akan banyak komponen yang berubah.

"Sebab ada beberapa perubahan seperti bagian powertrain. Doakan saja niat baik dari Toyota Group ini bisa terealisasi," ujarnya.

Baca juga: Innova Hybrid Jadi Model Baru Toyota Berikutnya?

Toyota C-HR HybridTAM Toyota C-HR Hybrid

Sebelumnya, Warih juga sempat menyatakan bahwa Indonesia jangan sampai tertinggal untuk memasuki era elektrifikasi. Bukan hanya akan kalah dalam pengembangan teknologi, dampak dari ketertingalan itu ialah hilangnya potensi ekspor.

"Harus disiapkan karena itu (mobil listrik) tren dunia. Kalau tidak ikut, kita tidak bisa ekspor," katanya di sela-sela pameran Tokyo Motor Show 2019, Jepang, beberapa waktu lalu.

Terkait persiapan untuk menuju era elektrifikasi, TMMIN akan meremajakan salah satu pabriknya. Lini produksi dan supply chain akan sedikit berubah menyesuaikan kebutuhan produksi mobil khususnya di bagian baterai dan motor listrik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X