Menguji Kenyamanan dan Ketangguhan Yamaha MT-25

Kompas.com - 18/11/2019, 07:22 WIB
Yamaha MT-25 KOMPAS.com/RulyYamaha MT-25
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Yamaha MT-25 versi 2020 hadir dengan banyak perubahan tampang dan fitur supaya lebih stylish dan sporty. Ubahan bisa dinikmati khususnya pada bagian depan motor.

Beberapa bagian yang berubah pada MT-25 ialah desain headlamp, speedometer digital, serta cover tangki dan shroud-nya yang lebih besar dan gagah.

Meski demikian, dimensi motor tidak berubah banyak yaitu, 2.090 mm x 755 mm x 1.071 mm (panjang x lebar x tinggi). Sementara ukuran tinggi joknya ialah 789 mm, dengan bobot isi 161 kilogram.

Baca juga: Perubahan Yamaha MT-25, Berwajah Alien

Begitu pun dengan bagian dapur pacu. MT-25 masih mempercayai mesin 249,2 cc, 2 silinder segaris DOHC 8 katup dengan pendingin cairan.

Test ride Yamaha MT-25KOMPAS.com/Ruly Test ride Yamaha MT-25

Namun ketika duduk di motor untuk pertama kali, sensasinya cukup aneh. Sebab bagian paha atau tangki sedikit melebar karena adanya perubahan ukuran dibanding MT-25 generasi sebelumnya.

Sensasi tersebut berangsur hilang ketika motor mulai dikendarai. Selain karena sudah mulai terbiasa, ternyata kendaraan roda dua berjenis naked bike ini tidak begitu berat dan besar.

Yamaha MT-25KOMPAS.com/Ruly Yamaha MT-25

Hanya saja radius putar motor lebih terbatas, dampak aplikasi suspensi upside down yang memiliki diameter tabung besar dan pelebaran tangki tadi.

Jadi disarankan bagi pengendara jangan terlalu bernafsu untuk tancap gas MT-25 di jalanan padat kendaraan. Terlebih, motor belum memiliki sistem ABS (Anti-lock Braking System) pada sistem pengeremannya.

Saat melibas jalanan yang kurang mulus, atau berbatu halus, getaran motor yang dirasa cukup minim. Meski pada kasus-kasus tertentu, hentakan suspensi yang keras begitu terasa.

Yamaha MT-25KOMPAS.com/Ruly Yamaha MT-25

Terkait posisi mengemudi, MT-25 cukup ramah bagi para pengendara yang ingin menggunakannya sehari-hari.

Sebab, ukuran ketinggian stang dengan jok terasa pas sehingga membuat tumpuan berat badan bukan ke lengan, melainkan jatuh ke perut dan pergelangan tangan.

Jadi, pengendara tidak mudah pegal ketika mengemudi cukup jauh. Apalagi, di bagian shroudnya sudah dibuatkan lubang yang menjorok ke bawah. Sehingga, hawa panas mesin tidak terlalu terasa di paha.

Untuk performanya sendiri, Kompas.com sempat memaksa MT-25 untuk berlari hingga kecepatan di atas 100 kpj, dan tidak menemukan masalah berarti. Motor masih bisa menyesuaikan diri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X