Pengembangan Isuzu Panther Tersandung Aturan Euro IV

Kompas.com - 14/11/2019, 08:22 WIB
Isuzu Panther Rajanya Diesel Isuzu Panther Rajanya Diesel

SUKABUMI, KOMPAS.com - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (AIMI) mengaku belum bisa melanjutkan pengembangan dan menghadirkan generasi baru Isuzu Panther di Tanah Air. Multi purpose vehicle (MPV) yang punya slogan " Rajanya Diesel" tersebut harus tersandung berbagai hal.

Dikatakan General Manager Marketing Division PT IAMI Attias Asril, salah satu tantangan terbesar yang membuat posisi Panther terjepit adalah peraturan standar emisi Euro IV yang akan diimplementasikan pada 2021 mendatang. Saat ini, mobil masih menggunakan standar emisi Euro 2.

"Pada saat ini masih terkendala dengan pengembangan mesin yang sesuai dengan peraturan Euro IV yang akan diimplementasikan tak lama lagi. Sebab, pengembangan mesin bukanlah investasi murah," katanya di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Baca juga: Pamor Isuzu Panther Pikap Ikut Meredup

Isuzu Panther Grand Touringkompas.com Isuzu Panther Grand Touring

Di sisi lain, popularitas Panther yang ditunjukkan dengan penjualan retail mengalami penurunan sebesar 17,2 persen, atau menjadi 950 unit sepanjang 2018. Sementara penjualan secara wholesales pada Januari-September 2019 adalah 539 unit.

Adapun fokusan AIMI hingga tahun depan, lanjut Attias, ialah mengembangkan dan mempertahankan pangsa pasar di kendaraan komersial.

"Isuzu Indonesia mupun Isuzu Jepang saat ini berkonsentrasi pada kendaraan komersial, dimana segmen tersebut adalah core component dari Isuzu," kata dia.

Baca juga: Ini Titik Akhir Perjalanan Isuzu Panther di Indonesia

Isuzu Panther LSkompas.com Isuzu Panther LS

"Meski demikian, kita tidak akan meninggalkan produk kendaraan penumpang kami, yaitu MU-X dan D-Max. Tidak menutup kemungkinan juga pada suatu saat kita kembali mengembangkan kendaraan MPV. Isuzu Panther bukan menunggu nasib punah," katanya.

Sebelumnya, Attias juga menjelaskan bahwa untuk menghadirkan model baru dari Panther yang menggunakan mesin sesuai dengan standar emisi euro IV, butuh pertimbangan panjang.

"Secara investasi, itu besar. Dampaknya, harga Panther baru akan sangat tinggi, mungkin bisa di atas harga SUV saat ini. Jadi sangat tidak mungkin dengan situasi yang kami hadapi. Mobil ini juga pasarnya hanya tinggal di Indonesia saja," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X