Serasa Naik Civic, Jazz Generasi Ketiga Jadi Favorit Pebalap

Kompas.com - 10/11/2019, 20:01 WIB
Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) Night Race HPMIndonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) Night Race
|

SENTUL, KOMPAS.com – Honda Jazz jadi salah satu model yang cukup lama dipakai balap pada ajang Indonesia Touring Car Race (ITCR). Tercatat Honda Jazz sudah turun balap sejak pertama kali kemunculannya pada 2004.

Alvin Bahar yang saat ini tergabung dalam tim Honda Racing Indonesia, jadi pebalap yang telah merasakan langsung performa Jazz dari generasi pertama, sampai generasi ketiga yang ada sekarang.

Saat ditemui Kompas.com di Sirkuit Sentul, Jawa Barat (10/11/2019), ia mengatakan bahwa Jazz selama bertahun-tahun telah menjadi pilihan para pebalap untuk berlaga di ajang ITCR yang masuk dalam agenda balap Indonesia Sentul Series of Motorsport ( ISSOM).

Baca juga: Promo Akhir Tahun, Honda Mobilio Diskon Rp 15 Juta

Alvin Bahar Juara berhasil meraih gelar juara konstruktor dan juara nasional 2014 Alvin Bahar Juara berhasil meraih gelar juara konstruktor dan juara nasional 2014

“Sekarang Jazz paling kencang di kelasnya, di kejurnas 1.500 cc enggak ada merek lain yang berani ikutan. Memang di kelas 1.500 cc, Jazz terlalu mendominasi, susah dilawan,” ujar Alvin.

Di atas kertas, peningkatan performa pada Jazz memang terlihat nyata. Kita mulai dari Jazz GD3 yang keluar tahun 2004, pada generasi ini mesin 1.500 cc VTEC miliknya sanggup menghasilkan tenaga 110 dk dan torsi 143 Nm.

Sementara pada generasi kedua yang keluar tahun 2008 (Jazz GE8), tenaganya mencapai 118 dk dan torsi 145 Nm. Sedangkan pada generasi ketiga (Jazz GK5) yang meluncur 2014, tenaganya menjadi 120 dk dan torsi 145 Nm.

Baca juga: Diler ke-155 Honda Resmi Beroperasi di Jambi

Honda Jazz GD3, jadi model termurah saat iniwikipedia.org Honda Jazz GD3, jadi model termurah saat ini

“Banyak yang bilang, termasuk saya, lebih suka Jazz generasi ketiga untuk dipakai balap. Beberapa pebalap bilang, berasa bukan kayak naik Jazz lagi, malah ada yang bilang berasa naik Civic,” ucapnya.

Ia mengilustrasikan, dari generasi pertama ke generasi kedua, Jazz terasa meningkat satu level. Sementara dari generasi kedua ke generasi ketiga, peningkatannya terasa lebih drastis.

“Kalau dari gen dua ke gen tiga, meningkat dua stage ke depan. Buat saya paling terasa di pengendalian, kalau mesin memang berubah drastis, gen dua dan gen tiga jika dibandingkan selisih waktunya bisa 1,2 detik,” kata Alvin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X