Tak Dilirik Jadi Mobil Menteri, Ini Penjelasan BMW Indonesia

Kompas.com - 24/10/2019, 10:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota Crown 2.5 HV G-Executive dipilih PT Astra International selaku peserta tender yang lolos kualifikasi untuk pengadaan mobil dinas jajaran menteri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) masa jabatan 2019-2024.

Alasan terkuat terpilihnya mobil rendah emisi tersebut karena cocok dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah untuk mobil dinas sekelas menteri (Keputusan Menteri Keuangan No.577/KM.6/2017) demi menunjang tugas kenegaraan.

Namun bila menilik jajaran merek otomotif roda empat di bawah Astra Internasional, beberapa model milik BMW juga sebenarnya memiliki peluang untuk jadi tunggangan menteri Jokowi. Sebut saja, salah satunya BMW Seri 7.

Baca juga: Mobil Menteri Jokowi yang Baru Sudah Dikirim Pekan Lalu

Mobil menteri Toyota Crown 2.5 HV G-ExecutiveToyota Mobil menteri Toyota Crown 2.5 HV G-Executive

Lantas bagaimana tanggapan BMW? Menanggapi hal ini, Direktur Komunikasi BMW Group Indonesia Jodie O'tania mengaku dari awal tak mengharapkan BMW jadi kendaraan pemerintahan.

"Karena dari peruntukannya, positioning BMW secara global, mobil tidak diasosiasikan untuk pemerintahan. BMW lebih mengutamakan sheer driving pleasure, sedangkan pemerintahan seringnya menikmati mobil dari belakang (bangku penumpang)," katanya di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Baca juga: Perbedaan Mobil Menteri Baru Jokowi dengan Versi Standar

Mobil New BMW Seri 7 terlihat saat diluncurkan di Jakarta, Kamis (10/10/2019). BMW Seri 7 terbaru juga sudah dirakit lokal di pabrik BMW Production Network 2, Gaya Motor, Sunter, Jakarta. Mobil hadir dengan dua pilihan yakni The New BMW 740Li Opulence dan The New BMW 730Li M Sport.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Mobil New BMW Seri 7 terlihat saat diluncurkan di Jakarta, Kamis (10/10/2019). BMW Seri 7 terbaru juga sudah dirakit lokal di pabrik BMW Production Network 2, Gaya Motor, Sunter, Jakarta. Mobil hadir dengan dua pilihan yakni The New BMW 740Li Opulence dan The New BMW 730Li M Sport.

"Maka, positioning BMW itu lebih kepada orang-orang seperti influencer, artist, eksekutif, yang dimana mereka masih menikmati perjalanan di balik setir kemudi," ujar Jodie.

Lagipula, BMW Security Vehicle di Indonesia belum ada yang baru. Terakhir, hanya ada di BMW seri 7 F02.

"Security vehicle kita belum ada yang baru. Tapi alasan utamanya dari positioning BMW sendiri," kata Jodie.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.