Hati-Hati Bila Berkendara Dekat Truk Bawa Bahan Kimia Berbahaya

Kompas.com - 08/10/2019, 13:52 WIB
Kebakaran melanda pabrik produsen perabot rumah tangga berbahan plastik di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (4/10/2019) siang. Kebakaran juga menyebabkan 3 truk tangki yang terparkir di lahan kosong, tak jauh dari gudang yang terbakar. KOMPAS.com/MOH SYAFIÍKebakaran melanda pabrik produsen perabot rumah tangga berbahan plastik di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (4/10/2019) siang. Kebakaran juga menyebabkan 3 truk tangki yang terparkir di lahan kosong, tak jauh dari gudang yang terbakar.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan kendaraan berat seperti truk saat ini kerap terjadi di ruas jalan bebas hambatan atau tol. Salah satunya seperti insiden truk tangki pengangkut bahan kimia yang menabrak dan terguling di ruas Tol Jakarta - Tangerang, Selasa (8/10/2019).

Diketahui bahan kimia yang dibawa adalah Sodium Methylate, dan menurut Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, truk tersebut masuk dalam kategori kendaraan B3 atau penangkut Bahan Berbahaya dan Beracun.

"Kalau dia mengangkut zat kimia atau limbah kimia dan sejenis lainnya yang memiliki sifat berbahaya bagi manusia atau lingkungan, masuknya kategori kendaraan B3. Nah, bagi pengguna jalan yang menemui truk-truk seperti ini, sebisa mungkin jangan menunda untuk langsung menghindar," ucap Jusri saat dihubungi Kompas.com, Selasa (810/2019).

Baca juga: Truk Berisi Zat Kimia Terguling, Tol Meruya Arah Tangerang Tersendat

Jusri menjelaskan, truk B3 yang membawa kandungan zat kimia memang memiliki kategori-kategori khusus lainnya yang dibedakan dari tingkatan efek bahaya. Karena itu, pengoperasian baik dari kendaaraan atau pun sopir juga tidak sembarangan.

Truk tangki terguling di Tol Jakarta-Tangerang Truk tangki terguling di Tol Jakarta-Tangerang

Bagi pengguna jalan yang bertemu truk seperti ini, menurut Jusri baiknya langsung mengambil tindakan untuk menghindar. Bila berada di belakangnya, cari celah untuk menyalip atau menjaga jarak, sementara bila berada di depanya, usahakan langsung menjauh dari tersebut.

"Namanya kategori khusus dan memang biasanya berbahaya, jadi ada berupa gas atau pun cairan. Sopir yang membawa truk B3 ini juga biasanya tidak sembarangan, mereka sudah mendapat pelatihan dan sertifikasi khusus. Kendaraan B3 juga ada standarnya, seperti informasi-informasi seputar apa yang dibawa dan lainnya," ucap Jusri.

"Bila mendapatai truk B3 yang mengalami kecelakaan, pengguna jalan juga jangan nekat untuk terlalu dekat. Dalam kondisi darurat, harus siap bergegas menghindari truk tersebut guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata dia.

Baca juga: Jika Berkendara Dekat Truk, Perhatikan Blind Spot

Bila melansir dari penjelasan di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), transportasi pengangkut B3 harus dirancang secara khusus sesuai peruntukannya untuk mengangkut benda yang berbentuk curah, cair, gas, peti kemas, tumbuhan, hewan hidup, dan alat berat serta membawa barang berbahaya.

Truk tangki penuh muatan bahan kimia bahan campuran pembuatan kertas terbalik mengakibatkan cairan bahan kimia berbahaya itu tumpah di jalan dan masuk ie halaman rumah wargaKontributor Ogan Komering Ilir, Amriza Nursatria Truk tangki penuh muatan bahan kimia bahan campuran pembuatan kertas terbalik mengakibatkan cairan bahan kimia berbahaya itu tumpah di jalan dan masuk ie halaman rumah warga

Persyatan umum yang wajib ada di armada seperti plakat dan simbol B3, nama perusahaan, jati diri pengemudi, nomor telepon pusat pengendali operasi atau perusahaan, alat pemadan kebakaran, serta wajib menggunakan alat unjuk kerja pengemudi yang berguna untuk merekam kecepatan kendaraan dan prilaku pengemudi dalam mengoperasikan kendaraan.

Sementara persyaratan keselamatan yang harus di patuhi diantaranya seperti alat komunikasi, lampu tanda bahaya berwarna kuning yang ditempatkan di atas, rambu portabel, police line, serbuk gergaji, warna kendaraan khusus, serta sekop yang tak menimbulkan api.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

?09:01 #Kecelakaan Truk tangki B 9154 UEH (terguling) dan Toyota Avanza G 8974 PM di KM 6,800 Tol Meruya (arah ke Tangerang), lalin tersendat & msh penanganan #Polri.?

Sebuah kiriman dibagikan oleh TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro) pada 7 Okt 2019 jam 7:25 PDT

Baca juga: Cara Hindari Terlibat Kecelakaan dengan Truk atau Bus

Untuk kategori barang berbahaya seperti barang yang mudah meledak, cairan mudah menyala, padatan mudah menyala, bahan penghasil oksidan, racun dan bahan yang mudah menular, barang yang bersifat radioaktif, barang yang bersifat korosif, dan gas (baik itu gas mampat, cair, terlarut pada tekanan atau temperatur tertentu).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X