Truk ODOL Bakal Terjerat WIM di Tol

Kompas.com - 04/10/2019, 08:42 WIB
Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi,  Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019). KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDERAktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi, Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Jasa Marga berkomitmen meminimalisir jumlah truk ODOL (Over Dimension and Overload) yang melintas di ruas jalan tol.

Pada 2020, gerbang tol akan dilengkapi dengan jembatan timbang Weight In Motion ( WIM). Alat ini akan menimbang dan kemudian memilah truk-truk yang kelebihan muatan sebelum masuk tol.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan standar operasional prosedur (SOP), pelaksanaan WIM untuk meminimalisir adanya truk ODOL di ruas tol.

Baca juga: Kewenangan Dishub dan Polisi Tertibkan Truk ODOL

Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi,  Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi, Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).

"WIM hanya mendeteksi adakah kelebihan muatan atau tidak, begitu ada kelebihan, truk langsung diarahkan ke timbangan atau tidak boleh masuk tol," kata Budi di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Budi mengatakan, WIM akan dipasang di gerbang tol oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPTJ). Jika terdeteksi, truk akan ditimbang dengan cara melewatinya secara manual dan kemudian ketahuan beratnya.

"Alat ini akan langsung mendeteksi mobil yang memiliki kelebihan muatan, kalau kelebihan alat ini memberikan sinyal, mobil akan masuk ke timbangan portable. Timbangan ini bisa menimbang berapa kelebihannya," katanya.

Baca juga: Lebih Banyak Truk Overload Ketimbang Over Dimension

Budi mengatakan, pengawasan jembatan timbang WIM akan dilakukan oleh petugas Polri dan bukan dari Dishub. Sebab di jalan tol, petugas yang berwenang ialah PJR (Polisi Jalan Raya).

Di kesempatan terpisah, Budi mengatakan saat ini Kemenhub telah melakukan penertiban truk menggunakan WIM sebanyak tiga kali dalam sepekan. Jumlah kendaraan ODOL di jalan tol pun mulai menurun hingga 40 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X