Kecelakaan di Cipularang, antara Human Error dan Bahaya Laten

Kompas.com - 03/09/2019, 08:22 WIB
Sebanyak 20 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di tol Purbaleunyi, Senin (2/9/2019). HandoutSebanyak 20 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di tol Purbaleunyi, Senin (2/9/2019).
Penulis Stanly Ravel
|

Tanpa disadari apa yang dilakukan sopir tersebut sangat berakibat fatal, pasalnya dengan bobot yang besar dan hanya mengandalkan deselerasi dari rem sudah tentu tidak akan bisa mengalahkan hukum fisika gaya gravitasi.

"Mobil kecil seperti kendaraan pribadi kebanyakan justru tancap gas, kalau yang truk alih-alih ingin irit maka transmisi dinetralkan, jadi kendaraan itu jalan saja cuma mengandalkan rem, harusnya saat turunan itu tuas transmisi tetap digunakan untuk menekan laju kendaraan," kata Jusri.

"Dari hasil investigasi kecil-kecilan saya bersama tim lima tahun lalu sangat banyak human error tersebut, jadi jangan dikaitkan dengan mistis, tapi meski memang di sana sangat kental. Fokus pada masalah human error itu lebih tepat, cari faktor why-nya, kan sudah dijelaskan kalau mulainya itu akibat sebuah bus yang terpelosok, lalu berbuntut panjang," ucap dia.

Baca juga: Menghindar Jadi Ganjalan Truk, Ingat Pentingnya Jaga Jarak Aman

Kecelakaan beruntun di Cipularang, Jawa Barat Kecelakaan beruntun di Cipularang, Jawa Barat

Akumulasi dari human error tersebut, menurut Jusri sejalan dengan faktor kontributor yang mana maksudnya mengarah pada kondisi lingkungan di lokasi kejadian. Seperti kondisi jalan yang menurun yang membuat laju kendaraan bisa dipastikan cukup tinggi.

Setiap perubahan kecepatan yang ekstrem, menurut Jusri akan membuka peluang kecelakaan beruntun yang besar. Terlebih di jalur bebas hambatan seperti jalan tol.

"Faktor utamanya adalah kecepatan, diakumulasikan dengan kondisi jalan yang menurun, itu kendaraan yang larinya 100 kpj momentumnya lebih dari 100. Jadi meski mata memandang kondisinya seperti lambat, tapi dorongannya cukup berat, dari sini banyak faktor lain yang bisa dijabarkan, dari kemampuan cengkraman roda, daya pengereman, dan lain sebagainya," papar Jusri.

Kronologis

Berdasarkan laporan kronologi terakhir yang disitat dari Kompas Regional, Dirgakkum Korlantas Mabes Polri Brigjen Pol Pujiyono Dulrachman, menjelaskan bila awal terjadinya insiden bermula dari kecelakaan tunggal yang dialami sebuah dump truck.

Baca juga: Jangan Sepelekan Metode 3 detik Untuk Jaga Jarak Aman

Kondisinya ada empat kendaraan yang tengah mengantre proses evakuasi truk tersebut, lalu tiba-tiba ada sebuah dump truck bermuatan tanah lain dari arah belakang yang hilang kendali karena rem blong. Truk tersebut langsung menabrak empat kendaraan sebelumnya.

Tepat di belakang truk yang hilang kendali tersebut, ada 15 kendaran lain yang otomatis ikut terlibat dalam insiden maut hingga menyebakan kecelakaan beruntun tersebut. Empat kendaraan diinformasikan langsung terbakar akibat kejadian tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X