Motor Disebut Penyebab Utama Polusi di Jakarta, Ini Jumlah Populasinya

Kompas.com - 19/08/2019, 12:02 WIB
Pengguna kendaraan bermotor macet di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2013). Pembenahan sarana angkutan umum mendesak dilakukan untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang tiap hari mendera Jakarta.
KOMPAS/AGUS SUSANTOPengguna kendaraan bermotor macet di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2013). Pembenahan sarana angkutan umum mendesak dilakukan untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang tiap hari mendera Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap tahun total penjualan sepeda motor di Indonesia sudah pasti lebih besar enam kali lipat dibandingkan  dengan mobil. Sebagai contoh, per tahun motor baru terjual sekitar 6,3 juta unit, sedangkan mobil pribadi hanya 1,1 juta unit saja.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sepanjang semester pertama (Januari-Juni) 2019 tercatat penjualan roda dua naik sampai 7,4 persen dibanding pencapaiannya tahun lalu.

Maka, hingga saat ini sudah ada 3.226.619 unit motor baru yang dikirim dari pabrik ke diler. Dibandingkan dengan mobil, angkanya baru mencapai 481.577 unit  atau lima kali lipatnya.

Tren setiap tahun, mulai 2016 sampai 2018 penjualan motor di Tanah Air tak kurang dari 6 juta unit. Bahkan torehan tersebut sempat menaik tajam di tahun-tahun sebelumnya (mulai dari 2012).

"Tahun 2018 cukup positif, apa yang kami targetkan bisa tercapai, bahkan lebih. Hingga akhir 2018, total 6.383.111 unit motor bisa tercapai, naik 8,4 persen dibandingkan 2017," kata Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala ketika dikonfirmasi belum lama ini.

Baca juga: Motor Disebut Penyumbang Polusi Terbesar di Jakarta, Ini Kata Pengamat

Sedangkan penyebaran di DKI Jakarta, setiap tahunnya populasi motor selalu meningkat. Berdasarkan data Statistik Transportasi DKI Jakarta, mulai 2012 sampai 2018 pertumbuhannya rata-rata mencapai 5,3 persen.

Secara lengkap, data itu mencatat jumlah motor di Jakarta pada tahun 2012 mencapai 10,82 juta unit. Angka ini terus meningkat menjadi 13,3 juta unit pada 2016 dan semakin besar dengan rata-rata pertumbuhan 5,3 persen setiap tahun. 

Jumlah motor pada 2017 disebut mencapai 14 juta unit dan 14,74 juta unit pada 2018. Sedangkan populasinya di tahun 2019 belum terdata.

Dibandingkan dengan peredaran mobil penumpang pada periode sama, pertumbuhan rata-ratanya lebih kecil. Pada tahun 2012, populasi mobil di Jakarta 2,74 juta unit dan di tahun lalu menjadi 3,99 juta unit.

Baca juga: Motor Wajib Kena Ganjil Genap Demi Tekan Polusi Jakarta

Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) mengatakan motor menjadi dalang utama yang menyebabkan polusi udara di Indonesia, khususnya Jakarta. Sehingga, sudah sewajarnya roda dua itu dibatasi.

Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB menjelaskan, angka polutan tertinggi berasal dari motor dengan persentase 44,53 persen, bus 21,43 persen, mobil pribadi 16,11 persen, dan sisanya dari bajaj. Menurutnya, pemerintah masih setengah hati dalam menekan pencemaran atau polusi udara di Jakarta.

"44,53 persen (polusi) dari sepeda motor, dari mana kita hitung? Kita kalkulasi jumlah kendaraan bermotor yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta," kata Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin, di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X