Alasan Kenapa Ganjil Genap Diperluas saat Kemarau

Kompas.com - 02/08/2019, 17:26 WIB
Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan yang melintas saat uji coba sistem ganjil genap di Pintu Tol Kunciran 2, Tangerang, Banten, Senin (16/4/2018). Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menargetkan, kebijakan sistem ganjil-genap di tol Tangerang-Jakarta bisa mengurangi kepadatan menuju Jakarta hingga 50 persen. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELPetugas kepolisian mengarahkan kendaraan yang melintas saat uji coba sistem ganjil genap di Pintu Tol Kunciran 2, Tangerang, Banten, Senin (16/4/2018). Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menargetkan, kebijakan sistem ganjil-genap di tol Tangerang-Jakarta bisa mengurangi kepadatan menuju Jakarta hingga 50 persen.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembatasan kendaraan melalui nomor polisi atau ganjil genap akan segera diperluas pada musim kemarau. Instruksi ini sudah tertuang dalam Ingub Nomor 66 Tahun 2019 yang ditandatangai oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Lantas apa alasan regulasi tersebut diterpakan pada musim kemarau. Menjawab hal ini Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, mejelaskan bahwa hal tersebut terkait masalah gas buang kendaran bermotor sulit diturunkan pada musim kemarau.

"Untuk ganjil genap memang diperluas, prioritas kita harus segera karena mamang sekarang kan musim kemarau. Artinya saat musim kemarau berpengaruh terhadap gas buang yang dikeluarkan kendaran bermotor tidak langsung turun, karena itu dengan perluasan ganjil genap kita harapkan bisa dipercepat," ucap Syafrin di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Baca juga: Catat Ini Sosialisasi Perluasan Rute Ganjil Genap Mobil dan Motor

Meski demikian, Syafrin menjelaskan bila hal tersebut masih dalam pembelajaran lebih dulu sebelum dilakukan. Karena untuk menerapkannya perlu dilakukan kajian yang komperhensif.

Sosialisasi Ganjil-Genap untuk Motor.Dishub DKI Jakarta Sosialisasi Ganjil-Genap untuk Motor.

"Segala sesuatu harus berdasarkan kajian komprehensif namum kita tetap prioritaskan di musim kemarau ini. Untuk terget sudah jelas tertulis di Ingub, mengenai kapan harus diterapkan, kapan Perdanya harus dibuat. Tapi tetap kita akan lakukan sosialisasi lebih dulu ini menjadi kewajiban," ujar Syafrin.

Seperti diketahui, Ingub Nomor 66 Tahun 2019 yang diterbitkan Gubernur DKI menekankan masalah Pengendalian Kualitas Udara. Melalui Ingub tersebut, Anies meminta beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk menyiapkan rancangan mengenai pembatasan kendaraan pribadi, baik melalui ganjil genap maupun pembatasan usia kendaraan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X