Minim Penerangan, Waspada Berkendara Malam Hari di Tol Trans Jawa

Kompas.com - 29/05/2019, 08:02 WIB
Berkendara malam hari di Trans Jawa Berkendara malam hari di Trans Jawa
Penulis Stanly Ravel
|

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Bagi para pemudik mobil pribadi yang akan melintasi ruas Tol Trans Jawa malam hari, diharapkan ekstra waspada. Pasalnya, hampir sepanjang ruas tol tersebut sangat minim dengan sistem pencahayaan jalan yang membuat pengendara akan merasa gelap ketika melewatinya.

Karena itu, pastikan pencahayaan yang baik pada kendaraan. Contoh seperti saat Kompas.com bersama tim Merapah Trans Jawa 4.0 melintasi ruas Palimanan hingga Probolinggo, bisa dibilang penerangan hanya ada pada ruas tertentu, seperti rest area, simpang susun, dan lain sebagainya.

Menurut Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi, sistem pencahayaan mobil tidak bisa diremehkan kendaraannya, karena itu sangat perlu dipastikan bila fungsinya bekerja dengan baik sebelum melakukan perjalanan jauh seperti mudik Lebaran.

Baca juga: Jumat, Diprediksi Jadi Puncak Arus Mudik 2019

Berkendara malam hari di Trans Jawa Berkendara malam hari di Trans Jawa

"Cek dan pastikan lampu utama itu bekerja maksimal, baik dinyalakan dalam kondisi standar atau saat menyorot jauh (high beam). Begitu juga bagi mobil yang sudah di lengkapi lampu kabut, pastikan semua optimal agar saat digunakan bisa benar-benar membantu visibilitas saat berkendara," ucap Didi kepada Kompas.com, Selasa (28/5/2019).

Didi mengingatkan ketika melintasi ruas jalan yang cukup gelap, pastikan untuk selalu mementingkan keselamatan. Jangan lajukan kendaraan terlalu cepat, tapi mulai kendurkan tekanan pedal gas dan sesuaikan ritme kecepatan dengan situasi jalan.

"Saat kondisi gelap kurang penerangan seperti melintasi Trans Jawa, ada baiknya jangan terlalu cepat mengendari mobil. Hal ini menjadi langkah antisipasi pengemudi karena harus sigap bila ada sesuatu di jalan," ujar Didi.

Secara terpisah, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Palubuhu, juga mengungkapkan hal senada. Menurut Jusri berkendara di malam hari memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi dibandingkan saat pagi atau siang hari.

Baca juga: Atur Barang di Bagasi, Jangan Halangi Kaca Belakang

Merapah Trans Jawa 4 bersama Toyota Fortuner VRZ 4X4Kompas.com Merapah Trans Jawa 4 bersama Toyota Fortuner VRZ 4X4

Seiring dengan redupnya sinar matahari, maka visibilitas akan menjadi sangat berkurang. Dengan begitu tingkat kewaspadaan dalam berkendara akan makin tinggi, yang efeknya akan membuat pengendara mudah lelah dan hilang konsentrasi.

"Sistem pencahayaan penerangan jalan lebih buruk di malam hari, walaupun ada lampu penerangan juga pasti gelap di malam hari. Dalam hal safety driving tidak ada pengecualian. Jam biologis itu ditakdirkan Tuhan bahwa malam hari kondisi akan menurun, karena oksigen juga mengecil. Sistem pencahayaan atau visibilitas jadi menurun," kata Jusri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X